Waspadai Inkontinensia Urin

Waspadai sering kencing dimalam hari? Apakah Anda termasuk orang yang sering kencing di malam hari? Bila ya, waspadalah. Sebab, kebiasaan tersebut bisa jadi pertanda adanya penyakit serius sedang menghampiri Anda.

Orang yang sering buang air kecil pada malam hari rupanya mempunyai risiko tinggi yang berujung pada kematian. Meskipun orang bersangkutan baru saja sembuh dari kondisi kronis. Penelitian ini berdasarkan studi terbaru yang dilakukan para ahli dunia baru-baru ini. Penelitian ini menjabarkan bahwa kebiasaan buang air kecil di malam hari, merupakan kondisi medis yang diperkirakan menjadi penyebab kematian di kalangan orang dewasa maupun kalangan lanjut usia.

Menurut penelitian, penderita Inkontinensia Urin pada usia 35-65 tahun mencapai 12%. Sedangkan prevalensi akan meningkat 16% pada pasien usia lebih dari 65 tahun. Pada wanita, umumnya inkontinensia urin merupakan inkontinensia stres, artinya keluarnya urin semata-mata karena melahirkan, batuk, bersin dan segala gerakan lainnya seperti olahraga.

Jarang ditemukan adanya inkontinensia desakan, dimana didapatkan keinginan miksi mendadak. Keinginan ini demikian mendesaknya sehingga sebelum mencapai kamar kecil penderita telah membasahkan celananya.

Jenis inkontinensia ini dikenal karena gangguan neuropatik pada kamdung kemih. Sistitis yang sering kambuh, juga kelainan anatomik yang dianggap sebagai penyebab inkontinensia stres, dapat menyebabkan inkontinensia desakan. Sering didapati inkontinensia stres dan desakan secara bersamaan.

Jika kondisi ini dibiarkan pasien merasa tidak nyaman dan tentu akan menurunkan kualitas hidup seseorang. Inkontinensia Urin yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi, misalnya dapat menimbulkan keterbatasan termasuk aktivitas fisik, psikologis, aktivitas sosial.

Penyebabnya

Salah satu penyebab adalah hilangnya kontrol buang air kecil yaitu saraf yang mengendalikan otot-otot kandung kemih menjadi lebih aktif. Hal ini menimbulkan kontraksi spontan otot-otot yang mengurangi kapasitas fungsional kandung kemih yang secara alami menimbulkan Pipis.

Guna memberikan pengobatan yang tepat untk pasien-pasien yang mengalami Inkontensia Urin (beser), telah hadir bebas beser di Indonesia untuk membantu mengatasi gangguan beser dengan pengobatan yang memberikan tingkat keberhasilan yang tinggi dan relatif aman. Dengan panduan dari tim ahli medis berpengalaman, pengobatan di bebas beser sangat efektif sehingga pasien bisa hidup normal terbebas dari keluhan yang membebani.

BERITA TERKAIT

Menteri Dalam Negeri - Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi Kendari - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan kepala daerah…

KPK Waspadai Modus Penggunaan ATM Pemberian Suap

KPK Waspadai Modus Penggunaan ATM Pemberian Suap NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mewaspadai modus baru penggunaan kartu anjungan…

KPK Waspadai Kerawanan Potensi Korupsi Sektor Kesehatan

KPK Waspadai Kerawanan Potensi Korupsi Sektor Kesehatan NERACA Jakarta - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif menyatakan…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Penyakit yang Sering di Alami Wartawan

Di Hari Pers Nasional yang dirayakan setiap tanggal 9 Februari, Menteri Kesehatan Nila Moeloek menekankan pentingnya para wartawan menjaga kesehatannya. …

Pemerintah Perbaiki Infrastruktur Sanitasi - Cegah Stunting

Guna menangani masalah stunting atau kurang gizi kronis nasional Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menyiapkan infrastruktur air…

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Parkinson

Drummer sekaligus pendiri band Mr. Big, Pat Torpey meninggal dunia, Rabu (7/2). Torpey meninggal dalam usia 64 tahun karena komplikasi…