Peduli Lingkungan di Setiap Proyek

Ignesjz Kemalawarta:

Sabtu, 11/05/2013

Pada prakteknya, bisnis properti berskala besar seringkali identik dengan stigma mengancam kelestarian alam, mulai dari tidak menghiraukan daerah resapan air, menggunduli lahan hijau, hingga penggunaan berbagai alat berat yang merusak tanaman dan lahan subur. Namun, tidak demikian dengan Sinar Mas Land.

Direktur Sinar Mas Land, Ignesjz Kemalawarta menuturkan, hal tersebut tidak ditemukan dalam setiap proyek Sinar Mas Land. Lingkungan sekitar arena konstruksi menjadi sebuah pertimbangan penting setiap kali Sinar Mas Land mengerjakan proyek konstruksi bangunan atau membuka area baru untuk pengembangan properti Sinar Mas Land.

“Sinar Mas Land berkomitmen pada prinsip pro planet dalam setiap projeknya, baik dalam pembangunan gedung komersial, hotel, resort hingga township (kota mandiri). Terlebih lagi sekarang ini pengembang properti hijau telah menjadi tuntutan zaman akibat efek pemanasan global yang telah merusak lingkungan secara masif,” kata Ignesjz belum lama ini.

Popularitas bangunan hijau dewasa ini mulai meningkat. Namun, sambung Ignesjz, tidak sedikit perusahaan dan pengembang yang lebih percaya dengan mitos yang beredar, dimana modal awal dan biaya perawatan yang tinggi kerap kali dijadikan alasan untuk menolak pembangunan bangunan hijau. Sebaliknya, Sinar Mas Land justru percaya bahwa dua hal tersebut adalah sebuah investasi untuk perusahaan dan lingkungan.

“Tidak itu saja, dengan penerapan bangunan hijau akan terjadi efisiensi energi. Hasilnya, kenaikanbiaya investasi dapat dikembalikan dengan penghematan biaya operasi tahunan dan lifecycle-cost bangunan hijau lebih rendah dari bangunan biasa,” imbuh dia.

Jika berbicara tentang bangunan hijau, sama dengan berbicara mengenai upaya penghematan air dan energi, penerapan sistem pembuangan yang tepat guna, serta penggunaan bahan konstruksi yang ramah lingkungan. Beberapa sumbangan Sinar Mas Land untuk lingkungan ini dapat ditemukan di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang.

Disana terdapat dua gedung yang dibangun dengan prinsip bangunan hijau, antara lain BSD Green Office Park dan Sinar Mas Land Plaza. Beberapa prinsip bangunan hijau yang diterapkan adalah pengurangan panas masuk ke dalam gedung, dengan menggunakan kaca Low-E dan material yang kadar albedo-nya tinggi.

Penghematan energi dilakukan dengan lampu tenaga surya untuk penerangan jalan umum di kawasan BSD Green Office Park, kapasitor berpendingin es untuk pendingin ruangan di kawasan German School dan material fotovoltaic di kawasan German School. Penghematan air juga dilakukan dengan menerapkan sistem water fixture hemat dengan flow rate rendah.

Sinar Mas Land juga mengembangkan kampus hijau pertama di Indonesia. Institut Teknplogi sains Bandung (ITSB) yang terletak di kawasan Deltamas Bekasi, memiliki sertifikat bangunan hijau dan telah terdaftar sebagai pilot project Green Building Council Indonesia (GBCI). Adapun beberapa bangunan hijau yang masih dalam proses pekerjaan diantaranya gedung BSD GOP6, kampus Prasetiya Mulya, dan German Centre Office Building.“Implementasi green building di projek Sinar Mas Land menggunakan kriteria greenship dan greenmark,standarisasi internasional mengenai bangunan hijau,” ujar dia.