Taspen Incar Laba Bersih Rp626 Miliar di 2013

Selasa, 07/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Tabungan dan Asuransi Pensiun (Persero) atau Taspen menargetkan laba bersih tahun ini mencapai Rp626 miliar atau meningkat 41,31% dibanding realisasi laba bersih tahun lalu yang sebesar Rp443 miliar. "Tingginya pertumbuhan laba di tahun 2013, antara lain, didorong kemampuan Taspen meningkatkan kualitas pelayanan serta pendapatan investasi," kata Direktur Utama Taspen, Iqbal Latanro di Jakarta, Senin (6/5).

Menurut Iqbal, yang juga mantan Direktur Utama Bank BTN ini, pada 2013 perseroan menargetkan pencapaian jumlah aset sebesar Rp137 triliun atau naik 11,38% dibanding realisasi pencapaian aset 2012 sebesar Rp123 triliun. Dia pun menambahkan, setidaknya tiga perspektif yang akan dijalankan dalam mengembangkan BUMN khusus pensiunan PNS tersebut. Yaitu, peningkatan kinerja untuk kepentingan pemberi kerja (pemerintah), peningkatan penerima manfaat dan peningkatan kesejahteraan pegawai yang mengelola aset.

Sementara itu, Direktur Keuangan Taspen, Tri Lestari menuturkan, hingga 31 Maret 2013, total investasi sudah mencapai Rp102 triliun. Adapun alokasi dilakukan ke dalam instrumen investasi meliputi obligasi sebesar Rp74 triliun, deposito Rp21,6 triliun, saham Rp4 triliun, sedangkan sisanya dalam bentuk penyertaan langsung, baik di anak usaha maupun properti.

Pada triwulan I 2013, total hasil investasi mencapai Rp2,03 triliun, atau mencapai sekitar 44% dari target yang ditetapkan sebesar Rp4,6 triliun sepanjang 2013. Pencapaian hasil investasi triwulan I 2013 sebesar Rp2,03 triliun tersebut melonjak 19,41% dibanding hasil investasi periode sama tahun 2012. Lebih lanjut Tri Lestari menuturkan, mulai tahun ini, Taspen akan meningkatkan investasi di obligasi sukuk dan surat utang negara (SUN). "Peningkatan investasi pada obligasi dan sukuk di pasar uang dimaksudkan untuk lebih meningkatkan pendapatan perusahaan," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan peningkatan investasi pada obligasi korporasi dan SUN sejalan dengan besarnya volume SUN dan obligasi yang diterbitkan korporasi. Meski demikian, dirinya tidak merinci lebih lanjut obligasi perusahaan apa saja yang akan dibeli perusahaan. Namun, dia hanya menjelaskan bahwa SUN dan obligasi akan lebih aman, serta dapat menghasilkan imbal hasil di atas 10%. Untuk jumlah peserta penerima pensiun Taspen, Tri menjelaskan mencapai 2,3 juta, dari total peserta aktif 4,9 juta orang PNS. Saat yang bersamaan, pembayaran pensiun ditargetkan mencapai Rp65 triliun, sementara hingga triwulan I 2013 sudah mencapai sekitar Rp13,3 triliun.

Pelayanan lebih cepat

Tak hanya itu saja. Iqbal Latanro memproyeksikan pelayanan yang lebih cepat kepada para pensiunan PNS. Dengan demikian, para pensiunan yang rata-rata sudah lanjut usia tidak harus repot-repot dan bersusah payah dalam pengurusan haknya. "Mimpi saya ke depan pelayanan lebih cepat, sehingga orang tidak perlu datang dan isi formulir yang banyak. Untuk itu, tahun ini Taspen akan mengeluarkan ini semacam smart card supaya memudahkan orang berhubungan dengan Taspen," jelas Iqbal.

Dia juga mengungkap, dalam smart card tersebut, nantinya dana PNS yang bersangkutan sudah lengkap, sehingga apabila mereka pensiun langsung bisa mengetahui hak dan kewajiban. "Jadi, seluruh data PNS sudah ada dalam kartu sehingga kalau sudah pensiun tidak perlu lagi menunggu proses yang berbelit- belit. Kalau mereka tertimpa musibah, maka dapat melampirkan surat duka agar prosesnya pencairan lebih cepat," katanya. Dengan demikian, apabila para pensiunan PNS tersebut telah memasuki usia 70 tahun, maka mereka tidak perlu datang ke kantor Taspen, karena justru Taspen yang akan mendatanginya. "Kalau sudah usia 70 tahun, maka kamilah yang mendatangi,” tambah Iqbal.

Menyinggung Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang akan aktif berjalan pada 2014, Iqbal mengaku siap untuk dilebur. Pasalnya, tujuan penggabungan ini agar terdapat peningkatan jaminan sosial bagi para pekerja di Indonesia. "Jika peleburan tersebut dapat meningkatkan pelayanan jaminan sosial, maka Taspen siap melakukan itu. Memang nantinya akan masuk ke sana (BPJS), karena itu Taspen tentu harus ada persiapan, kan untuk peningkatan jaminan sosial," tandasnya.[ardi]