Infrastruktur dan Konsumer Masih Menarik - Dampak Volatile IHSG

NERACA

Jakarta- Dengan volatilitas pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini, saham-saham infrastruktur dan konsumer dinilai masih menjadi pilihan investor. \\\"Investor secara umum lebih tertarik pada saham-saham infrastruktur dan consumer.\\\" kata Head of Research PT Indo Premier Securities, Agus Pramono di Jakarta, Senin (6/4).

Kedua sektor tersebut, menurut dia, masih memiliki daya tarik bagi investor pada tahun ini. Tidak dapat dipungkiri secara rata-rata, nilai transaksi yang dicatatkan kedua sektor tersebut masih berada dalam tren positif, meskipun ada beberapa saham yang telah memasuki area overbought (jenuh beli).

Dia menilai, meskipun pada saat ini terdapat sentimen negatif akibat S&P menurunkan rating outlook Indonesia dari positif menjadi stabil, bursa efek Indonesia masih memiliki pertumbuhan positif ke depan. \\\"Hal itu hanya merupakan hambatan jangka pendek. Jika pemerintah menaikkan BBM maka bisa meng-upgrade outlook S&P ke depan.\\\" paparnya.

Head of Investment CIMB Principal Asset Management (CPAM), Fadlul Imansyah pernah mengatakan, sektor infrastruktur dan konsumer mendukung pertumbuhan IHSG saat ini. Menurutnya, sektor infrastuktur berputar di saham konstruksi, semen dan properti, sedangkan sektor konsumsi diputar di saham konsumsi dan perbankan.

Kedua sektor tersebut dinilai hampir menempati 90% dari kapitalisasi pasar modal. Karena itu, hal ini juga menjadi pertimbangan perusahaan untuk menempatkan portofolio untuk instrumen investasinya pada kedua sektor tersebut.

Dia menilai, kedua sektor tersebut tidak terpengaruh secara signifikan atas terjadinya ketidakpastian global. Dalam hal ini sektor infrastruktur akan diuntungkan dari aliran dana asing dan adanya proyek MP3I pemerintah. Sementara untuk sektor konsumsi, akan diuntungkan dari struktur demografi Indonesia, terlebih dengan terjadinya peningkatan pendapatan kelas menangah. Jumlah investasi domestik dan asing yang masuk pun, lanjut dia masih tetap besar. Hal ini tercermin dari komposisi impor Indonesia, di mana pembelian barang modal meningkat.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, pergerakan IHSG ke depan masih berharap dari rilis data-data ekonomi dan kemungkinan berita-berita umum emiten. Investor diharapkan mencermati sektor industri dasar, keuangan, konsumer, infrastruktur, dan properti.

Sejumlah saham yang disarankan menjadi pilihan investor yaitu PT Semen Indonesia Tbk (SMGR), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN), PT Bank Bukupin Tbk (BBKP), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), Pt Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Tiga Pilar Sejahtera Fodd Tbk (AISA), dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR). (lia)

Related posts