Bangun 3 Proyek Monorel Rp12 Triliun

Selasa, 07/05/2013

NERACA

Madiun - Menteri BUMN Dahlan Iskan menyatakan dana untuk membangun tiga proyek monorel guna sarana transportasi di wilayah Jabodetabek, Bandara Soekarno-Hatta Banten dan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, mencapai Rp12 trilun.

"Monorel yang akan dioperasikan di wilayah Jabodetabek membutuhkan dana sebesar Rp7 triliun, sedangkan untuk monorel rute Bandara Soekarno-Hatta dan monorel peti kemas di Tanjung Perak, Surabaya membutuhkan dana masing-masing sebesar Rp2,5 triliun," ujar Dahlan di Madiun, Jawa Timur, Senin (6/5).

Adapun dana tersebut berasal dari konsorsium BUMN yang terdiri dari PT Adhi Karya, PT INKA, PT Jasa Marga, PT LEN Industri, PT Telkom, dan PT Angkasa Pura 2. Menurut dia, setelah contohnya resmi diluncurkan, PT INKA siap memproduksi massal monorel tersebut untuk umum. Pihaknya menjamin untuk monorel rute Bandara Soekarno-Hatta akan bisa dioperasikan dalam waktu 18 bulan atau tahun 2015 setelah nota kesepahaman dilakukan.

"Sedangkan monorel wilayah Jabodetabek masih memerlukan perizinan dari instansi-instansi pemerintah yang terkait," kata Dahlan. Dia menjelaskan, transportasi monorel sengaja dipilih sebagai sebuah solusi terhadap masalah kemacetan yang semakin parah di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Demikian juga, dengan diresmikannya monorel non-penumpang untuk angkutan kontainer diharapkan akan mengurangi penumpukan kendaraan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya," tandasnya.

Selain itu, lanjut Dahlan, monorel sengaja dipilih karena biayanya yang sangat murah jika dibandingkan dengan sistem transportasi lain. “Monorel juga tidak memakan lahan, karena lahannya di atas. Dan juga tergolong murah karena ukurannya dua kali lebih besar dibandingkan monorel di Kualalumpur, Malaysia dengan kapasitas tiap gerbongnya mencapai 200 orang," papar Dahlan.[ardi]