Perkuat Modal, Malindo Terbitkan Rights Issue

Selasa, 07/05/2013

NERACA

Jakarta – Dalam rangka memperkuat modal untuk mendanai ekspansi bisnisnya,perusahaan pakan ternak PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) akan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 10% atau 169,50 juta saham dalam jangka waktu dua tahun.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (6/5). Nantinya, dana hasil penambahan modal tanpa HMETD ini akan digunakan untuk pengembangan usaha dan peningkatan modal kerja perseroan.

Perseroan juga menyebutkan langkah penambahan modal tanpa HMETD ini dilakukan untuk memperbaiki struktur permodalan sehingga dapat mengembangkan usaha dan modal kerja. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Untuk melakukan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2013. Adapun pemegang saham perseroan sebelum penambahan modal tanpa HMETD ini antara lain Dragon Almity Ltd sebesar 59,10% dan masyarakat sebesar 40,90%.

Pada perdagangan saham awal pekan kemarin, (6/5) pukul 14.25 WIB, saham MAIN naik 1,83% ke level Rp2.775 per saham. Sebagai informasi, tahun ini perseroan mulai memproduksi makanan olahan seperti chicken nugget dan sosis. Malindo merambah bisnis makanan karena melihat potensi pertumbuhan konsumsi makanan berbasis daging ayam di Indonesia cenderung meningkat setiap tahun.

Sekretaris Perusahaan Malindo Rudy Hartono pernah bilang, divisi makanan olahan beroperasi awal tahun ini. Malindo mengusung merek Sunny Gold untuk makanan olahannya. Malindo membangun pabrik makanan olahan di Cikarang, Bekasi, tahun 2011. Untuk menjalankan bisnis baru ini, Malindo membentuk anak usaha yaitu PT Malindo Food Delight. Pengembangan Malindo Food Delight dan pembangunan pabrik baru ini menelan investasi Rp 110 miliar. (bani)