Indo Premier Targetkan Top Ten Broker - Penetrasi Pasar Saham

NERACA

Jakarta- PT Indo Premier Securities bekerja sama dengan Jeffries, salah satu bank investasi global yang berbasis di Amerika Serikat untuk memperluas aksesnya dalam perdagangan saham di pasar global. Ekspektasinya, dalam dua tahun ke depan, Indo Premier Securities berharap dapat menduduki urutan sepuluh besar sebagai perusahaan perantara perdagangan efek di Indonesia. \"Kita ekspektasikan maksimal dalam dua tahun kita bisa masuk sepuluh besar untuk trading value,\" kata Direktur Utama PT Indo Premier Securities, Moleonoto The, di Jakarta, Senin (6/5).

Menurutnya, dalam kerja sama ini Indo Premier memberikan support dalam bentuk riset mengenai produk ekuitas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Dalam hal ini Jeffries akan mendistribusikan hasil riset tersebut dalam format merek bersama (co-branded) kepada jaringan klien institusi Jeffries secara global. \"Bentuk kerja samanya yaitu berupa hasil riset atas produk ekuitas yang dilakukan oleh Indo Premier untuk institusi pasar saham platform Jeffries,\" jelasnya.

Karena itu, dengan adanya kerja sama tersebut, lanjut dia, akan dapat meningkatkan pertumbuhan transaksi perdagangan bagi Indo Premier. Tidak terkecuali akan dapat menambah jumlah investor. \"Jumlah investor institusi saat ini sekitar 30% dari total harian transaksi. Rata-rata transaksi per hari saat ini sekitar Rp200 miliar,\" ujarnya.

Kerja sama yang dijalin dengan Jeffries ini secara tidak langsung akan dapat membantu perusahaan-perusahaan terbuka untuk roadshow ke luar negeri. Pasalnya, Jeffries merupakan salah satu perusahaan yang memiliki jaringan luas di luar negeri. Tidak hanya dalam perdagangan saham, namun juga menyediakan jasa investment banking.

Rencananya, aliansi usaha antarkedua pihak akan diluncurkan pada pertengahan tahun ini. Disebutkan Moleonoto, bisnis Indo Premier saat ini antara lain menjadi perantara perdagangan efek melalui transaksi saham elektronik yang sebagian besar kliennya merupakan institusi domestik. Selain itu, juga menangani perdagangan obligasi dan menjadi penjamin emisi efek pada penawaran saham umum perdana (Intial Public Offering/IPO). \"Ini akan melengkapi profil bisnis kita. Sekarang kita juga sedang menangani untuk dua launching IPO,\" imbuhnya.

Sementara Jeffries merupakan bank investasi global yang berbasis di Amerika Serikat dan dikenal sebagai perusahaan yang menyediakan jasa investment banking, perdagangan efek dan riset dalam instrumen saham, surat utang, nilai tukar, komoditas, dan perdagangan berjangka di Amerika, Eropa, dan Asia. Jeffries Group LLC adalah anak perusahaan dari Leucadia National Corporation, suatu holding company dengan berbagai unit usaha dan dicatatkan di New York Stock Exchange. (lia)

BERITA TERKAIT

KABUPATEN SUKABUMI - 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan

KABUPATEN SUKABUMI 2018, PDAM TJM Targetkan 4.500 Pelanggan NERACA Sukabumi - Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Jaya Mandiri (PDAM TJM)…

Eximbank Targetkan Pembiayaan Rp105,1 triliun

    NERACA   Batam – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menargetkan penyaluran pembiayaan ekspor mencapai Rp…

Tahun Depan, Bank Jatim Buyback Saham - Siapkan Dana Rp 1,01 Miliar

NERACA Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) di pasar reguler pada…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Buka Kantor Perwakilan di Mataram

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kantor perwakilan di Mataram, Nusa Tenggara Barat untuk memudahkan penyebarluasan informasi dan edukasi mengenai…

Bank Jateng Terbitkan MTN Rp 1 Triliun

Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah alias Bank Jateng menerbitkan surat…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…