Pertamina Diminta Segera Pasang Alat Kontrol BBM

Jelang Kenaikan Harga

Selasa, 07/05/2013

NERACA

Jakarta – Menjelang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Pertamina (Persero) segera melaksanakan pemasangan Radio Frequency Identification (RFID) sebagai alat monitor untuk mengontrol penggunaan BBM subsidi di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

\"Kita minta Pertamina untuk melaksanakan secepatnya pemasangan RFID dan juga ESDM juga harus dilibatkan,\" kata Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo di Jakarta, Senin (6/5).

Menurutnya, di samping melibatkan ESDM juga perlu melibatkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hal itu terkait dengan pemasangan RFID karena menyangkut data kendaraan maupun data motor tersebut. Di samping itu, juga perlu melibatkan Direktorat Lalu Lintas. Susilo menjelaskan, perlunya pelibatan Kementerian ESDM karena menyangkut pengendalian Bahan Bakar Minyak PSO sehingga semua harus terlibat.

Susilo pun meminta Pertamina bekerja cepat dalam pelaksanaan penggunaan RFID sebagai alat monitoring penggunaan BBM karena SKB 3 menteri yang diminta Pertamina sebagai landasan hukum sudah masuk draft pembahasan. \"Kita sudah masuk draft pembahasan,\" imbuhnya. Susilo menambahkan, terkait keputusan harga BBM subsidi nantinya dikisaran di bawah Rp 6500 dan juga pihaknya masih menantikan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih lanjut.

Juni 2014

Sementara itu, Pertamina akan menargetkan pemasangan alat RFID pada seluruh kendaraan bermotor selesai pada Juni 2014. Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya mengatakan pemasangan RFID akan mulai dilakukan pada Juli 2013 mendatang, dan ditargetkan selesai pada Juni 2014. Nantinya, pemasangan alat berbasis teknologi informasi (TI) itu akan dilakukan pada 110 juta kendaraan bermotor dan 5.027 SPBU. \"Pemasangan pada 11 juta mobil penumpang, 80 juta sepeda motor, 3 juta bus dan 6 juta truk akan dimulai pada Juli 2013 dan selesai pada Juni 2014,\" kata Hanung.

Hanung mengungkapkan pada Juli 2013 nanti pemasangan RFID akan selesai dilakukan pada seluruh kendaraan bermotor di Jakarta, Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat dengan jumlah SPBU mencapai 437 unit. Kemudian Agustus 2013 akan dipasang di seluruh kendaraan bermotor yang ada di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, Bengkulu dan Lampung dengan SPBU mencapai 323 unit. Selanjutnya September 2013 akan dipasang di 395 unit SPBU di Riau, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Lalu pada Oktober 2013 akan dipasang di 409 SPBU di Aceh dan Sumatera Utara. November 2013 akan dipasang di wilayah Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi dengan jumlah SPBU mencapai 409 unit, dan Desember 2013 akan dipasang di 600 SPBU yang ada di Jawa Barat, kecuali Bogor dan Depok. Pada Januari 2014, pemasangan RFID akan dilanjutkan di Banten selain Tangerang dan Yogyakarta dengan 212 SPBU, dan Februari 2014 akan dipasang di Jawa Tengah yang memiliki 618 SPBU, serta Maret 2014 akan dipasang di Jawa Timur dengan 836 SPBU.

Pada April 2014, RFID akan dipasang di Bali dan Nusa Tenggara yang terdapat 295 SPBU, Mei di 348 SPBU di Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan, dan Juni 2014 di Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat yang terdapat 145 SPBU.

Dipasang Mei

Sementara itu, Senior Vice President Fuel Marketing and Distribution Pertamina Suhartoko mengatakan untuk pemasangan RFID di Jakarta akan dilakukan di kendaraan milik pemerintah pusat dan daerah, BUMN, dan BUMD. \"Jumlahnya sekitar 500.000 unit kendaraan dan akan kami pasang pada Mei ini, Bisa langsung memasang alat kendali di kendaraan pemerintah, karena sudah memiliki Peraturan Menteri ESDM No 12/2013 dan Peraturan Menteri ESDM No 1/2013,\" katanya.

Secara paralel, Pertamina juga akan memasang peralatan pengendalian distribusi BBM subsidi di 273 stasiun pengisian bahan bakar umum di Jakarta dan sekitarnya. Pemasangan alat kendali di kendaraan pribadi masih menunggu surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri Menteri ESDM, Menteri Perhubungan, dan Kapolri yang saat ini masih disiapkan. Dengan SKB yang diharapkan terbit dalam waktu dekat, Pertamina diizinkan memasang alat pengendali (tag RFID) berupa cincin (ring) berbahan fiber yang direkatkan di tangki kendaraan.

Guna mensukseskan program pemerintah dalam upaya mengendalikan penggunaan BBM bersubsidi, PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) akan memasang perangkat Radio Frequency Indentification (RFId) yang berbentuk cincin kepada 100 juta kendaraan bermotor, sebagai langkah program pengawasan dan pengendalian konsumsi BBM bersubsidi.