Danai Akuisisi, Nusantara Infrastructure Gandeng CAP Asia - Akuisisi Tol Trans Jawa

NERACA

Jakarta –Masih berprospek bisnis jalan tol, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) terus ekspansi dan termasuk rencana mengakuisisi satu dari tiga ruas jalan tol trans Jawa yang mangkrak. Maka untuk mendanai akuisisi tersebut, perseroan melalui anak usahanya PT Margautama Nusantara menggandeng perusahaan investasi asing Capital Advisors Patners Asia Pte Ltd (CAP Asia).

Direktur Utama PT Magrautama Nusantara Danni Hasan mengatakan, Cap Asia menjalin kerjasama dengan perseroan melalui akuisisi saham PT Margautama Nusantara (MUN) sebesar 20%, “Kerjasama Cap Asia dengan MUN berupa akuisisi saham sebesar 20%. Dimana PT Nusantara Infrastructure Tbk telah menerbitkan saham terbatas atau right issue dan sisanya 80% dimiliki MUN,”katanya di Jakarta, Senin (6/5).

Namun sayangnya, dia belum mau menyebutkan nilai akuisisi tersebut. Hanya saja, hasil dana akuisisi tersebut akan digunakan perseroan untuk pengembangan jalan tol, termasuk akuisisi tiga ruas tol trans jawa dan juga pengembangan bisnis di pelabuhan dan air minum.

Kata Danni, PT Margautama Nusantara, membidik tiga ruas tol trans Jawa yang mangkrak mengingat tingginya potensi trafik. Menurutnya, penjajakan perusahaan terhadap salah satu ruas tol trans-Jawa tersebut sudah berlangsung sejak 6 bulan lalu,”Ruas mana itu, kami belum dapat sampaikan, yang jelas sekarang sudah masuk tahap due inteligent,\\\\\\\"ungkapnya.

Dirinya optimistis dengan masuknya perusahaan dapat menghidupkan kembali pembangunan tol tersebut. “Ya pokoknya salah satu ruas trans-Jawa yang saat ini statusnya belum jalan dan kami membidik untuk menjadi pemiliki saham mayoritas di atas 50%,” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Direktur Nusantara Infrastructure, M. Ramdani Basri, investasi di bidang tol masih menjanjikan menyusul banyaknya pihak asing yang masuk ke dalam proyek jalan bebas hambatan tersebut, “Hingga saat ini perusahaan masih terus fokus dan mengembangkan bisnis di bidang jalan tol, “katanya.

Asal tahu saja, perusahaan membentuk holding khusus proyek jalan tol yakni PT Matgautama Nusantara. Dimana lebih dari 50% pendapatan perseroan masih ditopang dari bisnis jalan tol.

Hingga saat ini perusahaan mengoperasikan 4 ruas tol yakni JORR W1, tol Bumi Serpong Damai, tol Makassar, dan tol JLB. Dari keempat itu yang paling besar trafiknya tol BSD mencapai 70.000 per hari karena tol itu strategis untuk penghuni perumahan di sekitarnya.

Saat ini, perusahaan sedang mengikuti tender tol Medan-Kualanamu dan bekerja sama dengan FOSCO Korea yang merupakan gabungan dari enam bank asal Korea. Selain itu, perusahaan juga baru mendapatkan suntikan dana dari CAP Asia untuk mengembangkan lini usaha perusahaan.

Pada 2010, perusahaan juga menjadi standby buyer untuk tiga ruas tol trans-Jawa tetapi perusahaan tidak berhasil mendapatkannya. Selain membidik ruas trans-Jawa, saat ini perusahaan tengah mengikuti tender tol Serpong-Balaraja. (bani)

BERITA TERKAIT

Diamon Patok Harga IPO Rp 915 Persaham

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Diamond Food Indonesia Tbk akan menggelar penawaran umum perdana atau…

Diburu Banyak Nasabah - Hanson Gagal Bayar Balikkan Pinjaman Individu

NERACA Jakarta- Pasca ditahan dan ditetapkannya komisaris utama PT Hanson International Tbk (MYRX) Benny Tjokrosaputro sebagai tersangka kasus korupsi PT…

Marak Saham Gorengan - DPR Kritisi dan Evaluasi Pengawasan BEI

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar premi PT Asuransi Jiwasraya hingga menuai kerugian besar lantaran terjebak investasi saham lapis tiga…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pabrik Karawang Beroperasi - Softex Bidik Bisnis Tumbuh Double Digit

NERACA Bandung –Mengulang kesuksesan pertumbuhan bisnis di tahun 2019 kemarin, perusahaan prdousen saniter PT Softex Indonesia mematok pertumbuhan bisnis tahun…

Tambah Portofolio Aset - SDI Akuisisi Gedung Milik SCB Rp 20 Miliar

NERACA Jakarta -  Dukung pengembangan bisnisnya, PT Serba Dinamik Indonesia (SDI) mengakuisisi gedung milik PT Surya Cipta Banten (SCB) senilai…

Marak Terbitkan Obligasi - Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 40,7 Triliun

NERACA Jakarta –Pasar obligasi dalam negeri di tahun 2020 masih berpiotensi tumbuh, meskipun dihantui sentimen negatif pasar global. Berkah inilah…