Perluas Akses Pasar di Eropa, Kadin Gandeng Italia

Perdagangan Bilateral

Selasa, 07/05/2013

NERACA

Jakarta - Melimpahnya sumberdaya alam Indonesia nampaknya menjadi daya tarik tersendiri untuk negara lain. Karena itu tak heran jika Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin kerjasama dengan Pemerintah Italia untuk memperluas akses pasar produk Indonesia di wilayah Eropa. Dalam kerjasama ini termasuk di dalamnya beberapa sektor seperti di bidang energi, mesin industri pertanian, mesin tekstil, kayu dan furnitur, telekomunikasi, otomotif, mesin-mesin, peralatan elektronik dan infrastruktur.

Wakil ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan dan Kerjasama Ekonomi Internasional Chris Kanter mengungkap kalau adanya forum bisnis antara Indonesia dan Italia, karena bisa menjadi penghubung dengan negara-negara mitra utama di kawasan kedua belah pihak.

Lebih jauh lagi Chris menambahkan pertimbangan untuk melakukan kerja sama ini terkait dengan mempermudah akses pasar sehingga dapat memfasilitasi perdagangan serta dapat meningkatkan kapasitas usaha Indonesia.

\"Hubungan bisnis perdagangan bilateral antara Indonesia dan Italia telah berkembang cukup dinamis dengan melihat perspektif Indonesia yang mengalami surplus. Sedangkan, sisi Italia ekspor ke Indonesia tumbuh secara signifikan selama tahun-tahun terakhir,\" ungkapnya di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (6/5).

Hingga akhir tahun ini, nilai ekspor Indonesia ke Italia sebesar US$ 200,37 juta dengan nilai impor menembus US$ 125,27 juta sehingga terjadi surplus sebesar US$ 75,09 juta. Sementara, dari sisi Italia berhasil menyumbang US$ 2,2 juta dengan 6 proyek hingga kuartal I 2013.

Senada dengan Chris, Presiden Lembaga Promosi Perdagangan Italia, Riccardo Monti mengatakan bahwa Indonesia salah satu tujuan utama dalam daftar lokasi bagi investor internasional yang mencari lingkungan bisnis yang ramah dan aman.

\"Lembaga kami akan membantu menjadikan hubungan kerja sama ini makin menambah jalur perdagangan, kemitraan industri dan investasi. Sehingga semakin banyak perusahaan Indonesia untuk berinvestasi di negara kami,\" jelas dia.

Nantinya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Indonesia akan menjadi tuan rumah forum bagi peluang investasi di Indonesia yang akan difokuskan pada energi, infrastruktur dan industri agro. Secara keseluruhan akan hadir 57 perusahaan Italia, 8 kelompok perbankan dan10 asosiasi bisnis, seluruhnya berjumlah 140 delegasi.

Perdagangan Berkembang

Sebelumnya Menteri Perindustrian (Menperin) MS Hidayat beserta Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional Emirsyah Satar menerima kunjungan 31 orang delegasi yang terdiri dari pelaku bisnis dan wakil pemerintahan yang dipimpin Menteri Luar Negeri Italia.

Seperti diketahui, perdagangan antara Indonesia dan Italia semakin berkembang dengan pencapaian total perdagangan mencapai US$ 5 miliar tahun 2011, meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Indonesia banyak mengekspor batu bara, produk kimia, dan minyak sawit ke Italia. Sementara itu, Indonesia juga banyak mengimpor mesin-mesin termasuk peralatan rumah, besi atau tabung baja dan pipa, mobil, serta suku cadang mobil dan aksesoris.

Saat ini investasi Italia di Indonesia mencapai US$ 23,4 juta untuk 18 proyek pada tahun 2010. Sementara pada kuartal keempat tahun lalu, hanya ada 12 proyek dengan nilai investasi sebesar US$ 3,6 juta.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT. Astra Otoparts yang mewakili Indonesia dengan Pirelli Tires asal Italia. Kerjasama ini direalisasikan dengan pembangunan pabrik baru yang akan memproduksi ban sepeda motor konvensional di Indonesia.

Menurut informasi, investasi untuk pabrik yang akan berlokasi di sekitar Jabodetabek itu akan memakan dana investasi sebesar US$ 120 juta Dana itu akan digelontorkan sepanjang tahun 2012-2014. Pembangunan pabrik akan dimulai pada kuartal IV 2012 di atas lahan seluas 25 hektar. Dan akan beroperasi penuh tahun 2016 dengan memperkerjakan 750 orang. Diharapkan pabrik tersebut mulai beroperasi pada semester kedua tahun 2013.

Selanjutnya, produksi tahun 2014 diperkirakan akan mencapai 2 juta unit ban sepeda motor konvensional. Dan pada saat beroperasi penuh, yakni tahun 2016, produksi akan mencapai 7 juta unit. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3 juta akan dijual dengan merek dagang Astra. Sisanya yakni 4 juta unit akan dijual dengan merek Pireli atau Metzeler.

Pabrik baru ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi ban motor Pirelli saja, yang diproyeksikan akan tumbuh menjadi 16 juta unit pada tahun 2015 dari 13 juta unit pada tahun 2011. Namun juga untuk meningkatkan eksistensi di pasar ASEAN yang saat ini merupakan pasar sepeda motor terbesar di dunia dengan jumlah populasi 250 juta sepeda motor. MoU ini pun diharapkan menjadi satu tonggak penting dalam kerjasama bisnis antara kedua negara, serta dapat menumbuhkan peluang-peluang baru di tahun mendatang.

Kadin mengharapkan Forum Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Italia yang berlangsung di Jakarta awal Mei ini dapat memperbesar akses perdagangan kedua negara. "Kami mengharapkan forum ini dapat mempermudah dan memperbesar akses pasar sehingga bisa bermanfaat bagi dunia usaha dengan adanya fasilitas perdagangan yang lebih baik," Chris.

Chris memaparkan forum tersebut rencananya dihadiri sekitar 100 pengusaha dari kedua negara yang bergerak di beragam bidang seperti energi, infrastruktur, mesin pertanian, telekomunikasi dan otomotif. Ia juga menuturkan forum kemitraan kedua negara tersebut harus disambut baik apalagi mengingat nilai perdagangan antara kedua negara terus mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir ini.