Kota Depok Luncurkan Belajar "Kelas Maya"

Program Hemat Biaya Pertama di Indonesia

Senin, 06/05/2013

Depok – Kota Depok menjadi kota Pertama di Indonesia meluncurkan program “Kelas Maya” yang hemat biaya dalam proses belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dengan Pusat Teknologi Komunikasi (Pustekom) memulai nya bersama Dinas Pendidikan Kota Depok 2 Mei 2013 sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.

Menurut Kadis Pendidikan Kota Depok, Herry Pansila, banyak penghematan yang bisa dirasakan siswa maupun orang tuanya. Misalnya untuk buku pelajaran dan buku latihan kerja, sudah tidak perlu lagi dibeli. Selain itu, bagi siswa yang tidak bisa masuk kelas atau datang ke sekolah bisa melakukan proses belajarnya sesuai kurikulum yang di “Kelas Maya”.

Dijelaskan, kelas maya merupakan suaru proses belajar menggunakan system jaringan internet. Dalam hal ini guru dan murid bisa berinteraksi sama seperti belajar berhadapan di ruang kelas yang nyata. “Bahkan, bagi siswa yang berada di luar Kota Depok pun bisa, ikut belajar dengan materi pelajaran yang memiliki standar mutu secara nasional,” tutur Herry Pansila.

Sehingga, lanjutnya, jika memang tidak punya biaya transportasi, jajan dan lainnya yang rata-rata diperlukan biaya Rp 20.000/hari, maka dengan program kelas maya ini cukup dengan biaya Rp 3000/hari sudah bisa menjalani belajar sama nilainya dengan belajar di kelas nyata. Jadi, biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk kegiatan rutin sebulan rata-rata Rp 500.000/bulan, bisa dikurangi hanya dengan mengeluarkan biaya Rp 75.000/bulan. “Masih banyak biaya lainnya yang rutin yang tidak perlu lagi dikeluarkan siswa maupun orang tua,” katanya metakinkan.

Sementara itu Kapustekon Kemendikbud RI, Ari Santoso mengatakan. Program kelas maya juga sangat berguna untuk memperbaiki sistem pembelajaran yang ada saat ini. Keberadaan kelas maya merupakan bentuk dukungan bagi proses pembelajaran yang lebih terintegrasi baik dari sisi konten maupun proses interaksi.

"Jadi nanti formatnya seperti teleconference dengan guru. Sementara antar siswa saat berdiskusi disediakan format chatting. Murid bebas memilih guru yang diinginkan dari berbagai provinsi selama kuota anak yang diajar oleh guru tersebut masih dapat tertampung," Ari Santoso menjelaskan.

Dikatakannya, Kota Depok juga merupakan kota pertama di Indonesia yang telah meluncurkan program Kelas Maya yang juga dengan Seminar Nasional bertemakan masalah gizi, agar sejak dini para siswa perlu dibekali dengan makan bergizi agar memiliki tingkat intelegensia yang maksimal kecerdasan pola pikirnya.

Ditambahkan Herry Pansila, peluncuruan program Kelas Maya ini sejalan dengan salah satu program andalan di Kota Depok, yaitu Depok Cyber City. “Peluncuran kelas maya ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan meningkatkan angka partisipasi kasar di dunia pendidikan,” katanya.

Kelas maya juga mampu meningkatkan kompetensi guru. Sehingga, semua guru wajib dan paham melek IT (Informasi Teknologi) dengan adanya kelas maya ini. Selain itu, guru TIK (Teknologi Informasi Komunikasi) akan diberikan pelatihan untuk kelas maya. Dan, saat ini Kota Depok baru men-training 30 guru yang nantinya bisa menjadi trainner bagi daerah lain. “Karena Kota Depok menjadi pilot project pertama di Indonesia yang bekerja sama dengan Pustekkom Kemendikbud untuk pengembangan kelas maya ini,” ujar Herry Pansila.

Dengan kelas maya ini, tambahnya, bisa berdayakan sekolah terbuka yang selama ini belajar hanya seminggu sekali, bisa menjadi setiap hari tanpa datang ke sekolah. Kelas maya juga sangat efisien dan efektif serta banyak manfaatnya. Salah satunya dari sisi ekonomi, selain beban pengeluaran berkurang banya, juga bisa mengurangi masalah kemacetan. Karena, para siswa tidak perlu menggunakan kendaraan tranportasi datang kesekolah. Cukup hanya dari rumah saja belajar atau menjadikan warnet sebagai rumah belajar. Kualitasnya pun sama dan bisa merata ke seluruh Indonesia sesuai dengan kurikulum dari pusat.

"Kita menyiapkan semuanya, kita melihat kelas maya ini merupakan Depok cyber city bidang pendidikan, Kota Depok telah memulai sesuatu yang luar biasa. Apalagi pengguna jaringan internet di Kota Depok ini merupakan yang terbanyak dan potensial sekali dengan kelas maya,”ujar Herry Pansila kepada NERACA mengutip keterangan Ari Santoso Kapustekom Kemendikbud RI.