Alam Sutera Bangun Gedung Dikawasan CBD

Nilai Investasi Sekitar Rp 1 Triliun

Senin, 06/05/2013

NERACA

Jakarta –Perusahaan properti, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) akan membangun gedung di CBD Gatot Subroto yang akan menghabiskan Rp 1 triliun dari dana belanja modal atau capital expenditure (capex), “Perusahaan sudah membeli 2 kavling di CBD Gatot Soebroto yaitu kavling 12 dan kavling 22. Capex yang digunakan untuk lahan dan pembangunan CBD Gatsu itu sebesar Rp 1 triliun.," kata Direktur ASRI, Soelaeman Soemawinata di Jakarta kemarin.

Nantinya pembangunan akan dilakukan secara bertahap dan dalam waktu dekat ini akan membangun gedung pada kavling 12.Pembangunan akan dimulai tahun ini dan diperkirakan pembangunan gedung baru bisa selesai dalam waktu 30 bulan.

Corporate Secretary PT Alam Sutera Realty Tbk, Hendra Kurniawan menambahkan, proyek tersebut akan dibangun dua kavling, yakni di kavling 12 seluas 9.000 meter persegi, dan kavling 22 dengan luas lahan 8.000 meter persegi dan akan dilakukan bertahap untuk membangun kedua kavling tersebut.

Sementara itu, pembangunan gedung di kavling 12 ini akan terdiri 50 lantai atau lebih. ASRI pada tahun 2013 ini juga telah mengakusisi sekitar 300 Ha lahan di sekitar kawasan Serpong Utara, “Kita sudah berhasil mengakuisisi lahan di alam sutera utara tol, saat ini kita bisa lebih tenang karena cadangan lebih banyak," ujar Hendra.

Saat ini, perseroan sendiri telah membebaskan lahan sekitar 130 hektare, namun masih dalam tahap penandatanganan nota kesepahaman dengan perusahaan terbuka 170 Ha. Saat ini, ASRI masih memiliki peluang akuisisi lahan di daerah Serpong Utara sebesar 500 hektare.

Asal tahu saja, sepanjang kuartal pertama tahun ini, perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 1,4 triliun. Sebelumnya, perseroan juga telah membeli lahan seluas 170 Ha milik PT Modernland Realty Tbk (MDLN) dengan nilai transaksi sekitar Rp 3,4 triliun. Disamping itu, PT Alam Sutera Realty Tbk juga telah mengakuisisi Wisma Argo Manunggal di CBD Jakarta, dari Daya Sakti Perdika senilai Rp 327 miliar. (nurul)