Harga CPO Anjlok, Austindo Turunkan Porsi Saham

Imbas Koreksi Indeks dan Komoditas

Senin, 06/05/2013

NERACA

Jakarta- Dampak belum pulihnya harga komoditas dunia memberikan pengaruh signifikan terhadap rencana pencatatan saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk yang bakal di gelar 8 Mei 2013. Pasalnnya, perseroan menurunkan porsi saham yang akan dilepas ke publik menjadi 333,35 juta saham dari rencana penawaran perdana saham sebelumnya 940 juta saham baru dengan nilai nominal Rp100.

Kata Analis PT AmCapital Indonesia, Viviet S Putri, harga saham yang ditetapkan Rp1.200 per saham relatif murah, “Namun, kondisi yang kurang menarik untuk sektor perkebunan saat ini akan mempengaruhi minat investor terhadap sektor tersebut,”katanya di Jakarta akihr pekan kemarin.

Menurutnya, saat ini harga saham-saham perkebunan sedang mengalami penurunan. Hal tersebut antara lain dipengaruhi oleh harga komoditas crude palm oil (CPO) sehingga hal inipun akan berpengaruh terhadap kinerja perseroan.

Pihaknya mencatat, PE saham PT Austindo Nusantara Jaya pada 2013 yaitu sekitar 12,5x. “Harga komoditas crude palm oil (CPO) yang siklinal ditambah kenaikan upah buruh merupakan tantangan bagi perseroan,” ucapnya.

Senada dengan Viviet, analis saham PT Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo mengatakan, harga komoditi dunia saat ini cenderung tidak diminati pasar karena imbas saham komoditi. Meski demikian, dalam jangka panjang sektor komoditi akan mengalami pertumbuhan yang positif dan cukup menarik. “Indeks saat ini cenderung rawan koreksi, sehingga sektor komoditi akan berdampak negatif.” ujarnya.

Data PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan, pada kuartal pertama 2013, indeks saham sektor perkebunan mengalami koreksi sebesar 3,48%. Kinerja saham perkebunan yang mengalami penurunan pada periode yang sama antara lain dicatatkan oleh London Sumatera Plantation Tbk (LSIP) yang turun sebesar 20,43% ke posisi R1.930 per saham, Sampoerna Agro Tbk (SGRO) turun 22% ke Rp2.100 per saham, dan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) turun 14,63% ke Rp1.050 per saham.

Karena itu, untuk mensiasati risiko terjadinya koreksi dia menyarankan agar investor dapat menerapkan strategi trading yang tepat. “Investor yang memiliki modal besar, sebaiknya tidak membeli saham perdana 100%, sebaiknya diakumulasi sekitar 30%.” jelasnya.

Akuisisi Lahan

Dari hasil IPO, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk ditaksir akan memperoleh dana segar sekitar Rp400,02 miliar. Perseroan berencana menggunakan sekitar 65,8% dari total dana tersebut untuk pengembangan kelapa sawit, sekitar 23,3% untuk pembayaran utang ke JP Morgan, 8% untuk pengembangan infrastruktur sagu dan tebu di Papua, dan modal kerja.

Dalam rencana bisnisnya, perseroan akan mengakuisisi 40 ribu hektar lahan kelapa sawit. Perseroan juga akan melakukan penanaman seluas 5.500 hektar pada 2013 dengan target 19 ribu hektar dalam tiga tahun.

Dari total lahan kelapa sawit perseroan yang dapat ditanami seluas 96,77 hektar, sebesar 56% hingga saat ini belum ditanami. Sementara pada akhir tahun 2012, perseroan mencatat, perkebunan kelapa sawit yang telah ditanami mencapai 40,852 hektar yang berokasi di pulau Sumatera, Belitung, dan Kalimantan.

Adapun sebagai penjamin emisi efek dalam pelaksanaan IPO, perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities. Jadwal penawaran perdana saham antara lain tanggal efektif pada 1 Mei 2013, masa penawaran 2-3 Mei 2013 dan penjatahan pada 6 Mei 2013. Untuk distribusi saham secara elektronik pada 7 Mei 2013, pengembalian uang pemesanan pada 7 Mei 2013, dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan dilakukan pada 8 Mei 2013. (lia)