Plin Plan Pemerintah Bikin Pasar Suram - Imbas S&P Turunkan Outlook Indonesia

NERACA

Jakarta- Sikap plin plan pemerintah menetapkan keputusan terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) pada akhirnya juga berimbas pada kondisi pasar saham Indonesia. Terlebih setelah keluarnya informasi mengenai revisi outlook peringkat utang RI oleh Standard and Poors. “Bak tanah longsor di mana IHSG melanjutkan longsornya hingga menjauhi area overbought dari sehari sebelumnya pasca kabar negatif dari S&P.” kata analis saham dari Trust Securities, Reza Priyambada di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, setelah menyentuh level tertingginya diiringi kekhawatiran akan longsornya IHSG di bulan Mei dan mulai berbalik arahnya bursa saham Asia menjadi negatif telah membuat pelaku pasar lebih memilih melepas posisi. “Asing pun juga mulai jualan, namun masih tercatat nett buy dengan adanya crossing saham IMAS senilai Rp7,87T pada harga rata-rata Rp5.312.” ujarnya.

Adanya laporan S&P terkait diturunkannya peringkat outlook utang Indonesia dari positif ke stabil dengan galaunya kebijakan pemerintah, lanjut dia, semakin membuat kondisi IHSG semakin suram. Sepanjang pekan kemarin, IHSG mengalami penurunan sebesar 53,03 poin (-1,07%) melanjutkan penurunan lebih dalam dari sebelumnya -19,95 poin (-0,40%).

Pelemahan diikuti dengan merahnya indeks utama lainnya, di mana indeks MBX memimpin penurunan -1,08% dan diikuti indeks LQ45 dan DBX yang masing-masing melemah -0,99% dan -0,90%. Hanya indeks JII yang mencatatkan pergerakan positif sebesar 0,12%. Di sisi lain, hanya tiga sektor yang mencatatkan penguatan, yaitu konsumer yang naik 4,80% dan diikuti oleh indeks manufaktur sebesar 1,04%, dan industri dasar sebesar 0,40%.

Disebutkan Reza, selama sepekan asing mencatatkan aksi jual (nett sell) sebesar Rp398,26 miliar atau lebih rendah dari pekan sebelumnya sebesar Rp475,97 miliar. Ke depan, dia memperkirakan IHSG akan berada pada rentang Support 4835-4867 dan Resisten 5022-5175. “Posisi IHSG yang masih berada di area overbought secara teknikal mingguan dan tidak adanya tambahan sentimen positif dari rilis kinerja emiten membuat IHSG masih rentan melemah.” jelasnya.

Karena itu, untuk menghalau laju IHSG menuju ke gap berikutnya di bawah diharapkan positifnya rilis data-data ekonomi dan berita-berita umum emiten. Pelaku pasar dapat mencermati sektor industri dasar, keuangan, konsumer, infrastruktur, dan properti. Sejumlah saham yang dapat diperhatikan antara lain SMGR, CPIN, BBCA, SMCB, BMRI, MAIN, BBKP, BDMN, PGAS, BSDE, APLN, AISA, dan MYOR.

Dia menambahkan, adanya laporan S&P juga berdampak pada penguatan laju rupiah yang sempat naik tipis seiring dengan pernyataan The Fed sebelumnya yang akan tetap mempertahankan bond buying programnya dengan tidak mengubah besarannya di level US$85 miliyar. “Penguatan ini dibatasi dengan langkah S&P yang merevisi peringkat utang Indonesia karena pemerintah Indonesia dinilai telah mengulur-ulur momentum reformasi ekonomi sehingga potensi Indonesia untuk mendapatkan peningkatan rating kian berkurang.” paparnya. (lia)

BERITA TERKAIT

Kebijakan Diskon Rokok Dinilai Hambat Visi Pemerintah Tingkatkan SDM Unggul

NERACA Jakarta – Pemerintah Indonesia memiliki visi membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga dapat menjadi pondasi dalam meningkatkan perekonomian…

KERJASMA BNI - VAMOS INDONESIA

Menteri BUMN RI Rini M Soemarno (tengah), Direktur Utama BNI Achmad Baiquni (kedua kanan) dan Founder Yayasan Vamos Indonesia Fanny…

Bidik Dana di Pasar Rp 2 Triliun - Lagi, Jasa Marga Bakal Terbitkan Obligasi

NERACA Jakarta – Sukses menggalan dana di pasar lewat program dana investasi infrastruktur (Dinfra), memacu PT Jasa Marga (Persero) Tbk…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Debat Calon Ketum HIPMI - Para Peserta Unjuk Kepiawan Memimpin

Menjelang munas Himpunan pengusaha muda Indonesia (HIPMI) ke XVI tanggal 16 September 2019 mendatang, 4 Calon Ketua Umum (Caketum) HIPMI,…

Lepas 414 Juta Saham Ke Publik - Telefast Indonesia Bidik Dana IPO Rp 80 Miliar

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan emiten di pasar modal, PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) bakal membawa anak usahanya PT…

Lunasi Utang Jatuh Tempo - APLN Berharap Suntikan Pemegang Saham

NERACA Jakarta – Dalam rangka menyehatkan kinerja keuangan dan termasuk memangkas beban utang, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) terus…