BEI Kembali Gelar Lelang Kursi AB - Dilakukan Awal Juni

NERACA

Jakarta- Belum adanya calon peserta yang memenuhi persyaratan untuk menjadi anggota bursa efek dalam lelang sebelumnya tidak melunturkan optimisme manajemen PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pihak otoritas menjadwalkan untuk kembali menggelar lelang kursi Anggota Bursa (AB) secara terbuka pada 3 Juni 2013.“Permohonan untuk menjadi peserta lelang dengan melampirkan surat konfirmasi dari bursa untuk melakukan pembelian saham bursa diajukan selambat-lambatnya pada 22 Mei 2013 pukul 17.00 WIB.” jelas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, lelang saham akan dilakukan untuk enam kursi anggota bursa. Keenam kursi AB tersebut yaitu Patalian Water Securindo, United Asia Securities, Antaboga Deltasekuritas Indonesia, Signature Capital Indonesia, Sarijaya Permana Sekuritas, dan Dinar Sekuritas.

Adapun persyaratan dan tata cara menjadi peserta lelang adalah sebagaimana diatur dalam ketentuan Peraturan Bursa Nomor III-H tentang pelelangan dan pembelian kembali saham bursa. Setiap peserta lelang harus terlebih dahulu memenuhi syarat menjadi anggota bursa sebagaimana diatur dalam Peraturan Bursa Nomor III-A tentang keanggotaan bursa.

Terkait pelaksanaan lelang ini, BEI telah melakukan lelang saham anggota bursa sejak 2012. Namun, hingga kini belum ada peserta lelang saham anggota bursa yang dinilai memenuhi persyaratan. Tidak terkecuali pada lelang saham yang diselenggarakan pada 1 Mei 2013 lalu.

Sepinya peminat untuk menjadi anggota bursa efek telah disampaikan Ito bahwa, bukan disebabkan karena beratnya persyaratan. Menurutnya, persyaratan yang harus dipenuhi calon AB sama dengan AB sebelumnya. Karena itu, pihaknya tidak akan mengubah persyaratan hanya karena belum ada yang masuk sebagai AB karena anggota bursa sebelumnya yang masuk pun tidak mempersalahkan soal persyaratan. “Lelang bursa masih dimonitor. Untuk apa ganti syarat. Kalau belum ada yang mendaftar, bukan syaratnya yang salah, karena persyaratan yang ada sama dengan AB sebelumnya,” jelasnya.

Sementara Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo sebelumnya mengatakan, lelang kursi anggota bursa (AB) masih akan berlanjut. Secara umum, gagalnya calon anggota bursa dikarenakan infrastruktur sistem dan back office yang dimiliki calon AB tersebut belum memenuhi standar operasionalnya. Selain itu, bisa juga karena sumber daya manusia yang dimiliki belum siap. “Persyaratan tersebut dari sudut berat atau tidaknya relatif karena persyaratannya baku,” ucapnya.

Dijelaskan Uriep, untuk dapat berfungsi sebagai AB, calon AB harus dapat melakukan operasional dengan baik seperti yang diminta dalam ketentuan. Salah satunya, perusahaan tersebut harus mendapatkan izin sebagai perantara pedagang efek dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, struktur organisasi dan semua infrastruktur yang diperlukan juga harus sudah terbentuk dan siap. (lia)

BERITA TERKAIT

Aplikasi Terintegrasi PLB Diberlakukan Awal Tahun Depan

  NERACA   Jakarta - Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan akan mulai memberlakukan secara penuh penggunaan sistem aplikasi Pemasukan…

Antisipasi Daya Beli Menurun, Pemkab Sukabumi Akan Gelar OP

Antisipasi Daya Beli Menurun, Pemkab Sukabumi Akan Gelar OP NERACA Sukabumi – Guna mengantisipasi menurunnya daya beli masyarakat, Pemerintah Kabupaten…

FILCOMIN Gelar Filcomin Charity Golf Tournament

Filipino Community in Indonesia Golf Association (FILCOMIN Golf) yang merupakan asosiasi pecinta golf warga Filipina yang tinggal di Indonesia, mengadakan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Saham Renuka Coalindo Masuk UMA

Perdagangan saham PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI) masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) karena mengalami kenaikan harga saham…

Pemda Jateng Tunda Rilis Obligasi Daerah

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak melanjutkan rencana penerbitan obligasi daerah seniai Rp1,2 triliun. Padahal, proses penerbitan obligasi tersebut telah mendapat…

BATA Bagi Dividen Interim Rp 8,71 Persaham

PT Sepatu Bata Tbk (BATA) akan membagikan dividen interim untuk tahu buku 2018 sejumlah Rp 8,71 per saham atau semuanya…