Bhakti Investama Bagikan Dividen Rp 5 Perlembar

NERACA

Jakarta – Perusahan investasi, PT Bhakti Investama Tbk yang telah mengubah nama menjadi PT MNC Investama bagikan dividen Rp 5 perlembar saham dengan total saham 177 miliar atau sekitar 25% dari laba bersih, “Dividen 177 miliar saham atau setara 25% dari laba bersih. Media yang memberikan kontribusi terbesar untuk pendapatan kita, karena memang fokus kita di media,”kata Direksi MNC Investama Darma Putera di Jakarta, Kamis (2/5).

Dia juga menjelaskan bahwa market cap yang didapat dari 5 perusahaan yang sudah go public mencapai USD 11 miliar. Pada bidang jasa keuangan, MNC memiliki 5 bidang yaitu MNC Finance, MNC Sekuritas, MNC Asset, MNC Life dan MNC Insurance. Kedepannya akan ada bank MNC yang akan diberdayakan untuk pembiayaan, “Bank mungkin tahun depan, nantinya bank tersebut untuk pembiayaan MNC. Jadi, uang kita tetap berputar didalam bisnis kami yang tentunya menambah pendapatan kami,”jelasnya.

Saat ini MNC Investama sedang melakukan proses Global Bond yang sudah masuk tahap roadshow di luar negeri. Darma menyatakan bahwa dirinya belum bisa menyatakan jumlah Global bond tersebut karena masih dalam proses.

Dia berjanji akan menjelaskan mengenai global bond dan kinerja MNC Investama sekitar 2 minggu lagi. Sementara itu, untuk sektor energi, MNC Investama memiliki PT Nuansa Coal Investment (NCI) dan PT Bhakti Coal Resources yang bergerak dibidang batubara.

NCI sendiri berada di Kalimantan Timur dan Bhakti Coal berada di Sumatera Selatan. Sedangkan untuk sektor migas, MNC Investama berencana untuk memiliki blok migas di Papua, “Target dari kedua tempat ini sebanyak 3 – 3,5 juta ton, dan untuk Bhakti Coal, perusahaan ini baru produksi 3 IUP dan diharapkan 5 lagi pada tahun depan. Migas diharapkan tahun depan sudah kita miliki. Harga batubara tahun lalu jatuh namun sampai sekarang sudah ada kenaikan, hal ini membuat profit kita cukup bagus, ditambahlagi jarak antara tambang ke port tidak terlalu jauh yang membuat kita dapat mengatasi pertumbuhan laba,”jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa dana untuk sektor energi ini tidak banyak diambil dari capex karena capex lebih anyak digunakan untuk perkuat working capital, akuisisi lahan dan injeksi ke anak perusahaan untuk mengembangkan usahanya.

Mengenai kinerja keuangan 2012, MNC Investama memiliki kenaikan pendapatan dari Rp 7,7 triliun menjadi Rp 9,8 triliun dengan laba usaha yang juga naik 32% menjadi Rp 2,7 triliun. Ebitda yang menjadi indikasi cash flow keuangan persahaan juga naik 28% menjadi 3,6 triliun.“Jumlah pendapatan usaha kita memang naik lumayan besar 27% yang memang didominasi pendapatan dari media. Walaupun saat ini kita memiliki banyak sektor usaha, yang menjadi fokus usaha kita tetap media, karena memang media yang selalu menjadi penyumbang terbesar pendapatan kita dan menaikan laba MNC Investama”, jelas darma. (nurul)

BERITA TERKAIT

Rampungkan Penyelidikan Nara Hotel - BEI Berharap Keputusannya Adil dan Objektif

NERACA Jakarta – Gagalnya pencatatan saham perdana PT Nara Hotel International Tbk lantaran adanya aduan investor terkait kejanggalan penjatahan saham…

Pasar IPO di Semester Pertama Masih Positif

NERACA Jakarta – Potensi pasar initial public offering (IPO) di dalam negeri masih memiliki prospek positif di tengah ketidakpastian ekonomi…

Khawatiran Virus Corona Menghantui IHSG

NERACA Jakarta –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore kemarin, ditutup terkoreksi di tengah kekhawatiran…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Ombudsman: Saham PGN Turun Rugikan BPJS Ketenagakerjaan

Harga saham PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) atau PGN sempat terkoreksi akibat adanya wacana penurunan harga gas industri.…

Sengketa Dengan Geo Dipa Energi - Kuasa Hukum BGE : Ada Penyalahgunaan Kewanangan Pejabat KPK

Terkuaknya surat keterangan permohonan klarifikasi kepada Bank HSBC Indonesia yang diterbitkan oleh Deputi bidang Penindakan Komisi Pemberantasa Korupsi, Pahala Nainggolan,…

Sistem ERP SystemEver Pacu Bisnis Distribusi Alkes

Perusahaan distribusi alat kesehatan (Alkes) memegang peranan yang krusial di era industri 4.0. Tantangan mereka bukan hanya menjawab kebutuhan layanan…