Penjualan Tiphone Ditopang Voucher Seluler

Catatkan Penjuakan Rp 1,7 Triliun

Jumat, 03/05/2013

NERACA

Jakarta – Meningkatnya daya beli masyarakat rupanya memberikan berkah terhadap penjualan PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE). Pasalnya, kemampuan masyarakat untuk membeli telekomunikasi seluler mendongkrak penjualan perseroan.

Direktur Utama PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk Tan Lie Pin mengatakan, pendapatan perseroan masih disumbang oleh penjualan voucher seluler sebesar 89%, “Pada triwulan I-2013, penjualan voucher mencapai Rp1,752 triliun atau meningkat sekira 16,5% dibandingkan triwulan I-2012 hanya Rp1,463 triliun,”ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (2/5).

Dia juga menyebutkan, laba sepanjang triwulan pertama tahun ini sebesar Rp51,864 miliar atau naik 24,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp39,083 miliar.

Kenaikan laba bersih ini dipicu dari peningkatan pendapatan bersih perseroan, baik dari penjualan voucher maupun penjualan ponsel, yang pada triwulan I tahun ini yang mencapai Rp1,978 triliun atau naik 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp1,627 triliun.

Sementara pendapatan dari ponsel juga meningkat sebesar 24,5% menjadi Rp196,9 miliar pada triwulan I tahun ini. Selain adanya pertumbuhan dalam penjualan ponsel merek Tiphone sendiri, upaya perseroan dalam mengembangkan gerai smartphone bekerja sama dengan Samsung juga ikut meningkatkan pendapatan dari ponsel ini.

Kata Tan Lie Pin, tahun ini perseroan masih fokus dalam pengembangan distribusi, khususnya voucher yang memberikan kontribusi terbesar pendapatan perseroan. Tiphone menargetkan peningkatan jumlah reseller sebesar 15% dari sekira 175 ribu reseller sampai dengan akhir tahun ini, “Target kami akan ada sekira 200 ribu reseller sampai dengan akhir tahun ini. Selain itu, kami juga akan menambah gerai-gerai smartphone bekerja sama dengan Samsung, untuk mewujudkan rencana kami sebagai distributor Samsung terbesar di Indonesia," tandasnya.

Belanja Modal

Sementara Corporate Secretary PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk, Semuel Kurniawan mengatakan, tahun ini Tiphone menganggarkan dana capex sebesar Rp500 miliar. Dana itu akan dipakai untuk perluasan jaringan distribusi, “Saat ini kami sedang dalam tahap finalisasi akuisisi distributor iPhone dan Samsung. Kami harapkan proses itu akan selesai dalam waktu dekat, sehingga kami bisa lebih fokus dalam penjualan produk smartphone dari iPhone maupun Samsung, yang merupakan dua merek smartphone paling laris saat ini,"jelasnya.

Sebagai informasi, tahun lalu perseroan berhasil membukukan laba usaha sebesar Rp298,286 miliar atau meningkat sebesar 22,8% dibandingkan laba usaha pada 2011 lalu yang mencapai Rp242,891 miliar.

Perseroan juga berhasil meningkatkan kinerja penjualannya sebesar 17,2% menjadi Rp8,194 triliun pada 2012 lalu, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp6,988 triliun. Pendapatan utama perusahaan masih dalam penjualan voucher seluler yang mencapai Rp7,628 triliun atau naik sebesar 27,3 persen dibandingkan 2011 yang hanya Rp5,993 miliar. Pada 2012 lalu, Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 203,624 miliar. (bani)