Lautan Luas Pangkas Pendapatan Jadi Rp5,9 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Lautan Luas Tbk (LTLS) menargetkan pendapatan sekitar Rp5,9 triliun atau turun sekitar 5 % dibanding realisasi pendapatan tahun 2012 yang mencapai Rp 6,21 triliun. Hal tersebut antara lain dilatarbelakangi karena kebijakan yang akan diambil perseroan di tahun ini. “Perusahaan akan mulai mengurangi penjualan produk dengan marjin yang kecil seperti produk high speed diesel, namun kami lebih memikirkan kualitasnya,” kata Direktur Operasional & Pendukung LTLS Herman Santoso di Jakarta Kamis (2/5).

Menurutnya, perseroan juga berencana untuk berhenti menjual produk dengan marjin mini akhir tahun ini. Karena itu, hal ini juga akan berpengaruh terhadap tingkat penjualannya di tahun ini. Meski demikian, di tahun ini perseroan akan menggiatkan penjualan bahan kimia dengan marjin tinggi seperti polyvinyl chloride (pvc) untuk bungkus makanan.

Disebutkan Herman, bahan tersebut berfungsi untuk menjernihkan bungkus makanan dari warna kekuningan. Selain itu, bahan tersebut juga memiliki fungsi penetralisir racun dari bahan dasar bungkus makanan tersebut.

Di tahun ini perseroan optimistis akan dapat meningkatkan laba bersih sebesar 30% dari pencapaian tahun lalu yang mencapai Rp 81 miliar. Dalam rencana pengembangan usahanya, perseroan sebelumnya menyebutkan menggandeng Organo Corporation untuk mendirikan usaha pengolahan air.

Untuk usaha baru ini, Organo mengakuisisi 51% saham perseroan dan Bapak Indrawan Masrin di PT Hydro Hitech Optima (H2O). Adapun nama baru perusahaan yang diusulkan adalah PT Lautan Organo Water di Graha Indramas Jakarta Pusat. Perseroan mendirikan H2O pada 2006 untuk melayani jasa teknik pengolahan air bagi pelanggan di sektor industri dan perkantoran atau mereka yang membutuhkan sistem untuk air bersih, limbah dan olahan.

Dalam hal ini perseroan dapat memasok solusi air yang terintegrasi dan memasok air optimasi yang disesuaikan untuk membantu pelanggan mencapai penghematan dari proses yang ada. Sementara Organo adalah penyedia layanan solusi air asal Jepang pada enam tahun lalu. Organi telah memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi pemanfaatan dan konservasi sumber air. (lia)

BERITA TERKAIT

Jasa Marga Raih Pinjaman Rp 7,7 Triliun - Danai Ruas Tol Semarang- Batang

NERACA Jakarta - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) melalui anak usahanya, PT Jasamarga Semarang Batang menerima komitmen pembiayaan kredit sindikasi…

PP Properti Bakal Rilis Obligasi Rp 2 Triliun - Danai Akuisisi Lahan

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnis, termasuk beberapa proyek properti baru, PT PP Properti  Tbk (PPRO) akan menerbitkan obligasi…

Transaksi Saham di Bali Capai Rp 1,4 Triliun

NERACA Denpasar - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan jumlah nilai transaksi saham di Bali hingga Februari 2018 mencapai Rp1,4 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Obligasi Indosat Oversubscribed 1,5 Kali

NERACA Jakarta –Penawaran obligasi yang dirilis PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo direspon pasar cukup positif yang ditandai dengan…

Taspen Tingkatkan Porsi RDPT Jadi 20%

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Taspen (Persero) mulai meningkatkan porsi investasi di sektor pasar modal melalui reksa dana penyertaan…

Laba Lippo Karawaci Terkoreksi 30,39%

NERACA Jakarta - Lesunya bisnis properti di 2017, memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Dimana emiten…