Masuki Titik Jenuh, IHSG Bergerak Konsolidasi

Jumat, 03/05/2013

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki titik jenuh sehingga memicu aksi ambil untung pelaku pasar. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, sehingga IHSG ditutup terkoreksi anjlok 66,873 poin (1,32%) ke level 4,994,046. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,744 poin (1,48%) ke level 847,294.

Analis HD Capital, Yuganur Asia mengatakan, derasnya aksi jual tidak lagi terbendung dan indeks kembali terkoreksi, “Walaupun indeks BEI didera ambil untung yang disebabkan oleh melemahnya bursa Asia, namun indeks BEI masih di atas level psikologis," katanya di Jakarta, Kamis (2/5).

Dengan demikian, dia memperkirakan paska penurunan itu indeks BEI masih memiliki potensi penguatan menembus level psikologis berikutnya di 5.100 poin. Saham yang layak dikoleksi berikutnya adalah Alam Sutera (ASRI), Tiga Pillar Sejaterah (AISA), Kawasan Industri Jababeka (KIJA).

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan, penurunan indeks BEI dipicu oleh langkah lembaga pemeringkat S&P (Standard & Poor's) merevisi outlook Indonesia dari positif menjadi stabil. Namun, S&P masih mempertahankan peringkat Indonesia pada BB+ (double B plus).

Kendati demikian, dia mengatakan penurunan yang terjadi kemarin merupakan koreksi wajar yang terjadi di bursa saham, mengingat sebelumnya IHSG BEI juga sudah menguat signifikan. Berikutnya, indeks akhir pekan diproyeksikan akan bergerak konsolidasi dengan kisaran 4.970-5.028 poin.

Pada perdagangan kemarin, aksi jual banyak dilakukan oleh investor asing. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terkena koreksi, dipimpin oleh saham-saham unggulan, terutama di sektor finansial dan tambang.

Aksi tutup saham sendiri alias crossing yang dilakukan CIMB Securities Indonesia (YU) terhadap saham Indomobil (IMAS) senilai Rp 7,9 triliun membuat volume dan nilai perdagangan melonjak tinggi. Transaksi ini dilakukan di pasar negosiasi. Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 173.175 kali pada volume 8,257 miliar lembar saham senilai Rp 15,476 triliun. Sebanyak 59 saham naik, sisanya 214 saham turun, dan 88 saham stagnan.

Tercatat bursa-bursa di regional yang kemarin tutup menyambut hari buruh, kemudian ditutup di zona merah. Hanya bursa saham Singapura yang berhasil naik tipis. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 15.000 ke Rp 160.000, Sepatu Bata (BATA) naik Rp 5.000 ke Rp 60.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 51.000, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 480 ke Rp 2.450.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 800 ke Rp 16.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 25.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 14.800.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup turun 13,841 poin (0,27%) ke level 5.047,078. Sementara Indeks LQ45 melemah 2,478 poin (0,29%) ke level 857,559. Tiga sektor bertahan positif di zona merah berkat aksi beli. Sayangnya, tujuh sektor melemah dipimpin sektor tambang, membuat IHSG tak mampu keluar dari teritori negatif.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 90.837 kali pada volume 3,379 miliar lembar saham senilai Rp 3,459 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 5.000 ke Rp 150.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 51.100, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 480 ke Rp 2.450, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 13.200.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 700 ke Rp 17.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 25.300, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 35.500, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 375 ke Rp 4.675.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 13,09 poin atau 0,26% ke posisi 5.047,83, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,28 poin (0,38%) ke level 856,76, “Pergerakan indeks BEI dibayangi oleh aksi ambil untung mengingat kenaikan yang terjadi dalam dua hari terakhir cukup signifikan," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa indeks BEI masih memiliki potensi penguatan meski terbatas di kisaran 5.036-5.086 poin. Dia mengemukakan bahwa data ekonomi yang di rilis Badan Pusat Statistik (BPS) serta laporan kinerja emiten kuartal pertama 2013 yang cenderung sesuai dengan ekspektasi masih relatif cukup positif untuk mendorong indeks BEI.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng, pada Kamis dibuka melemah 96,27 poin (0,24%) ke level 22.640,74, indeks Nikkei-225 turun 63,51 poin (0,46%) ke level 13.735,84, dan Straits Times menguat 13,03 poin (0,39%) ke posisi 3.381,21. (bani)