Kenali Daging Ayam Berkualitas

Sabtu, 04/05/2013

Banyaknya daging ayam yang dijual di pasaran membuat konsumen harus senantiasa cermat dan teliti. Maklum, saat ini banyak beredar daging ayam yang justru tidak sehat dan bisa mengakibatkan kanker dan penyakit lainnya, karena mengandung zat berbahaya seperti ormalin dan lain sebaginya.

Seperti diutarakan di atas tadi, kini kita sering kali menemukan ayam dengan kualitas yang kurang baik di pasaran, bukan hanya berformalin banyak juga beredarnya ayam tiren ataupun ayam gelonggongan. Sehingga seorang pembeli dituntut untuk cermat dalam memilih ayam berkualitas baik.

Daging ayam dikategorikan ke dalam white meat dan red meat. Daging ayam memiliki kandungan gizi yang cukup baik, terutama soal kandungan proteinnya, niasin, vitamin B6 dan B12, Zn, dan potasium. Sangat baik untuk orang-orang yang dalam masa pertumbuhan.

Ya, banyak manfaat yang didapat dari konsumsi daging ayam. Dalam daging yang termasuk dalam jenis unggas ini terkandung 9 asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Asam amino yang tergolong mudah dicerna tersebut diperlukan bagi pertumbuhan dan penggantian sel tubuh yang rusak.

Seperti pada semua jenis unggas dan burung juga terkandung sejumlah asam amino tyrosine, yang dimanfaatkan oleh otak untuk menghasilkan dopamine dan noradrenalin. Zat tersebut membuat orang menjadi lebih mudah berkonsentrasi.

Komposisi lain dalam daging ayam adalah haemo iron (kandungan zat besi haeme) yang juga mudah dicerna bila dibandingkan dengan zat besi yang berasal dari nabati. Haeme iron sangat dibutuhkan tubuh untuk mempertahankan simpanan zat besi.

Daging ayam dipercaya dapat menghilangkan gejala diare, nafsu makan yang menurun, anemia, serta ketidakseimbangan hubungan antara kerja limpa dan pankreas. Hal ini telah dilakukan dalam pengobatan tradisional di China.

Karena mengandung 9 asam amino esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, bermanfaat untuk pertumbuhan dan penggantian sel tubuh yang rusak. Daging ayam juga mengandung sejumlah asam amino tyrosine, yang bermanfaat untuk otak sehingga menjadi lebih mudah untuk berkonsentrasi.

Tetapi, hendaknya ketika ingin membeli daging ayam, pilihlah tempat penjualan daging yang bersih, dan berporselin. Ayam yang dipotong di tempat tersebut hanyalah ayam yang sehat saja, sehingga darah tuntas keluar atau tiris betul.

Beberapa hal yang penting diperhatikan dalam memilih daging ayam antara lain: Kulit dan karkas bersih, putih mengkilat, tanpa bercak darah. Serabut otot putih pucat dan kenyal. Pembuluh darah daerah leher dan sayap kosong tanpa darah

Kalau ingin tahu ciri daging dari ayam sudah mati saat dipotong atau ayam bangkai, antara lain: Kulit tidak bersih, ada bercak darah di dada, sayap, paha, punggung. Serabut otot kemerahan dan kadang terasa lembek/tidak kenyal. Pembuluh darah leher dan sayap penuh darah. Bekas potongan leher rata

Ayam dengan kualitas buruk tak hanya dijual di pasar-pasar tradisional, supermarket pun terkadang menjual daging ayam dengan kualitas yang patut dipertanyakan. Nah, untuk itu kalau ingin membeli daging ayam di supermarket perlu diperhatikan hal-hal berikut ini.

Setelah dibeli, ayam harus disimpan di tempat yang baik, karena ayam mudah tercemar Salmonella. Ayam yang dikemas dalam dalam wadah tertutup dan disimpan dalam chiller dengan suhu 0-2 derajat celcius, cara ini dapat mempertahankan daging hingga 2 hingga 3 hari. Jika ingin lebih lama, simpanlah dalam freezer, ayam dapat bertahan hingga 6 bulan.