Menunggu BPD Jadi Satu Sistem

Menunggu BPD Jadi Satu Sistem

Tahun ini, diharapkan seluruh bank pembangunan daerah (BPD) sudah terkoneksi dalam satu sistem teknologi online satu standar. Dengan demikian, nantinya seluruh BPD yang tersebar di 26 daerah itu akan bisa melakukan SMS_banking maupun internet banking. Demikian pula mereka juga bisa melakukan transaksi dalam sistem yang sama. Rencana itu diprakarsai pengurus Asosiasi Bank-bank Daerah (Asbanda). Semula, sekretariat Asbanda menumpang di gedung Bank DKI di kawasan Pintu Besar, Jakarta Barat, kini sudah bermarkas di lantai 8 Menara MTH, di kawasan Terbet, Jakarta Selatan.

Asbanda merupakan organisasi tempat berkumpulnya bank pembangunan daerah (BPD) seluruh Indonesia. Idealnya, tiap provinsi mempunyai satu BPD. Namun, ada beberapa provinsi baru yang memilih begabung dengan provinsi induknya. Misalnya, BPD Jabar, setelah pecah dua satu menjadi Provinsi Banten, berubah nama menjadi Bank Jabar Banten (BJB). BPD Sulsel menjadi Bank Sulselbar, Bankk Sumsel-Babel, Bank Riau-Kepri, Bank Maluku, dan Bank Papua.

Asbanda terbentuk dalam Musyawarah Kerja III Badan Kerja Sama (BKS) BPD seluruh Indonesia pada 24 Maret 1999 di Batam. Sebelumnya, BKS BPD SI dideklarasikan pada 14 Desember 1993 yang dikukuhkan dengan surat keputusan Menteri Dalam Negeri (SK Mendagri) Nomor 584-1437.

Untuk meningkatkan kinerja BPD, Asbanda pun memprakarsai dioperasikannya BPDnet. Sistem berbasis teknologi informasi (TSI) itu dikelola PT Artajasa Pembayaran Elektronik. Di penghujung 2010, Asbanda bersama Bank Indonesia menggulirkan BPD Regional Champion (BRC), yang merupakan suatu tahapan bagi BPD untuk membangun BPD menjadi tuan rumah di daerah sendiri dengan tiga pilar utama, yaitu memperkuat kelembagaan, menjadi agen perubahan di daerah (agent of development), serta memperkuat kemampuan melayani kebutuhan kepada masyarakat.

Sampai dengan Desember 2012 jumlah kantor layanan BPDSI sebanyak 3.872, dengan jumlah ATM sebanyak 3.037 mesin ATM. Selanjutnya pelaksanaan program peningkatan kualitas SDM dilakukan melakui pendidikan dan pelatihan oleh BPD, dilaksanakan baik secara internal maupun bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan Asbanda.

Dalam rangka financial inclusion BPD juga telah meluncurkan produk TabunganKu, Tabungan Simpeda, Kartu Pegawai Elektronik (sekaligus ATM), Kredit Multiguna, dan beberapa kredit unggulan lainnya. Dari sisi jaringan pelayanan, secara umum jaringan BPD berada di Kabupaten. Perluasan ke tingkat kecamatan masih terus dilakukan untuk memberikan pelayanan yang seluas-luasnya bagi masyarakat, khsusnya untuk masyarakat di pedesaan. Beberapa BPD telah menjadi financial consultant bagi Pemda, serta mempersiapkan infrastruktur cash management system bagi Pemda.

Indikator keuangan utama BPD-SI dalam kurun waktu tahun 2008-2012, serta per-akhir 2012 seperti total aset, penyaluran kredit, penghimpunan DPK dan laba bersih juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat memuaskan. Dengan sinergi yang baik, kekuatan 26 BPD seluruh Indonesia hingga akhir tahun 2012 dapat disejajarkan dengan 4 bank besar seperti Mandiri, BRI, BCA dan BNI. (saksono)

Related posts