BBM Naik, Sumut Inflasi 5,5%

NERACA

Medan - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) akan mendorong inflasi di Sumut tahun ini mencapai angka prediksi tertinggi sebesar 5,5%. \"Dampak kenaikan harga BBM sangat luas mulai dari mendorong harga berbagai barang, transportasi, harga rumah bahkan sewa rumah. Semuanya itu mendorng inflasi,\" kata Deputi Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Wilayah IX, Mikaell Budisatrio, di Medan Sumatera Utara, Rabu (1/5).

Inflasi yang sebesar 5,5% itu di atas besaran inflasi tahun 2012 yang masih 3,8%. Menurut dia, sebelum ada kenaikan harga BBM, BI sudah memperkirakan besaran inflasi tahun ini lebih tinggi dari angka tahun lalu sehingga target inflasi 2013 ditetapkan mencapai plus minus 4,5%. Perhitungan inflasi yang tinggi itu mengacu pada kenaikan harga berbagai barang sejak di akhir tahun 2012. \"Namun, meski inflasi diperkirakan naik tajam pada tahun ini akibat kenaikan BBM, tetapi TIPD (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Sumut berupaya menekannya dengan berbagai cara,\" katanya.

Langkah yang sudah dana terus dilakukan TPID antara lain dengan meningkatkan hasil produksi berbagai barang kebutuhan seperti beras, cabai dan bawang merah sehingga harga jual bisa dikendalikan,\"kata Mikaell. Kemudian, TPID Sumut juga meningkatkan koordinasi dengan TIPD kota/kabupaten untuk mengawal kelancaran distribusi berbagai barang termasuk memantau harga di pasar. \"Diakui sulit menekan inflasi tahun ini karena banyak faktor yang memicu mulai rencana kenaikan harga BBM, termasuk masuknya tahun ajaran baru, diikuti Puasa Ramadhan dan Idul Fitri, Natal dan tahun baru,\" katanya.

Kalau pun inflasi bisa ditekan, mungkin setelah Lebaran, tetapi itupun diragukan karena hanya beberapa bulan saja sebelum masuk ke Natal dan tahun baru yang juga biasanya membuat harga berbagai barang naik. Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno, menyebutkan, hingga April, inflasi di Sumut sudah di atas angka nasional. Secara kumulatif, inflasi Sumut hingga April sudah mencapai 3,25%, sementara nasional masih di angka 2,32%. Inflasi \"year on year\" Sumut juga lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,57% atau mencapai 6,32%. \"Kondisi itu memang diluar kebiasaan, dimana inflasi Sumut biasanya selalu lebih rendah dari angka nasonal,\" tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Ternyata, LCGC Tidak Cocok Memakai BBM Jenis Ini

Ternyata, LCGC Tidak Cocok Memakai BBM Jenis Ini NERACA Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat kelas menengah dimanjakan kehadiran…

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen

Ekspor Nonmigas Banten April Naik 2,20 Persen NERACA Serang - Nilai ekspor nonmigas Banten meningkat 2,20 persen pada April 2018…

Penjualan Truk Fuso Naik 28,2 Persen di Kuartal I 2018

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan selama kuartal…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Urbanisasi Bikin Produktivitas Pertanian Menurun

  NERACA   Jakarta - Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) menyatakan fenomena laju urbanisasi di Tanah Air mengakibatkan penurunan…

Bandara Soetta akan Bangun Terminal IV

    NERACA   Tangerang - Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, akan membangun terminal IV untuk menambah kapasitas penumpang. “Saya…

Masih Ada Perusahaan Yang Belum Bayar THR

      NERACA   Jakarta – Meski hari raya lebaran idul fitri telah usai, namun masih ada perusahaan yang…