IHSG Masih Catatkan Penguatan Walau Terbatas

Kamis, 02/05/2013

NERACA

Jakarta – Aksi unjuk rasa para buruh memperingati hari buruh, rupanya tidak memberikan dampak berarti terhadap pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, mengakhiri perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 26,848 poin (0,53%) ke level 5.060,919. Sementara Indeks LQ45 ditutup bertambah 2,917 poin (0,34%) ke level 860,037, “IHSG BEI ditutup kembali menguat didorong oleh data BPS bahwa pada April lalu terjadi deflasi sebesar 0,10 persen setelah bulan-bulan sebelumnya mencatat inflasi yang cukup tinggi," kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono di Jakarta, Rabu (1/5).

Selain pengumuman BPS, lanjut dia, pergerakan indeks BEI juga dipengaruhi oleh keluarnya laporan kinerja emiten kuartal pertama 2013 yang cenderung positif. Dari eksternal, dia mengatakan tampaknya tidak terlalu mempengaruhi pergerakan IHSG BEI mengingat sebagian bursa regional Asia tengah mengalami libur hari buruh internasional.

Purwoko juga memproyeksikan, pada perdagan Kamis indeks BEI akan kembali bergerak dengan kecenderungan menguat meski terbatas di kisaran 5.036-5.086 poin,”Pergerakan indeks BEI akan dibayangi oleh aksi ambil untung mengingat kenaikan yang terjadi dalam dua hari terakhir," ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, indeks mampu menembus rekor tertingginya tersebut berkat penguatan saham-saham lapis dua. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya dicetak di level 5.034,071 setelah naik 34,319 poin (0,69%).

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 155.471 kali pada volume 5,928 miliar lembar saham senilai Rp 6,431 triliun. Sebanyak 163 saham naik, sisanya 118 saham turun, dan 85 saham stagnan.

Pasar saham di China, Hong Kong, Filipina, Malaysia, Thailand, Taiwan dan Singapura tutup menyambut hari buruh internasional. Sepinya sentimen dari regional membuat laju IHSG tidak terlalu kencang.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 25.000 ke Rp 1,05 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 335.000, Lionmesh (LMSH) naik Rp 1.000 ke Rp 16.000, dan Matahari (LPPF) naik Rp 700 ke Rp 12.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 7.000 ke Rp 145.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 850 ke Rp 35.900, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 25.700, dan Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 13.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup naik naik 16,946 poin (0,34%) ke level 5.051,017. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,929 poin (0,23%) ke level 859,049. Penguatan IHSG sedikit terhambat oleh koreksi saham-saham komoditas yang terkena aksi ambil untung. Sama halnya dengan saham-saham konsumer, menufaktur dan aneka industri.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 90.837 kali pada volume 3,379 miliar lembar saham senilai Rp 3,459 triliun. Sebanyak 127 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 98 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 27.000, Indofood (ICBP) naik Rp 500 ke Rp 11.950, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 425 ke Rp 3.825, dan BRI (BBRI) naik Rp 400 ke Rp 9.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 7.000 ke Rp 145.000, Unilever (UNVR) turun Rp 900 ke Rp 25.350, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 800 ke Rp 35.950, dan Mandom (TCID) turun Rp 500 ke Rp 13.000.

Sebaliknya, diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 13,88 poin atau 0,28% ke posisi 5.020,19. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,48 poin (0,41%) ke level 853,64, “Pelemahan bursa kawasan Asia menjadi salah satu pendorong indeks BEI melemah," kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, sentimen dari dalam negeri seperti pemerintah yang kembali menunda rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan akan diumumkan pada Juni 2013 tidak terlalu berpengaruh terhadap pasar saham. Rencananya harga BBM subsidi akan naik 33,4% menjadi Rp6.000 per liter.

Meski demikian, lanjut dia, saham-saham perkebunan berpotensi menguat sehingga menahan pelemahan indeks BEI. Penguatan saham perkebunan itu seiring dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) Rotterdam.

Analis Trust Securities, Reza Priyambada menambahkan, pelemahan indeks BEI diperkirakan hanya dalam jangka pendek menyusul pelaku pasar saham yang sedang menunggu data inflasi April 2013.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Rabu dibuka menguat 156,24 poin (0,69%) ke level 22.737,01, indeks Nikkei-225 turun 24,97 poin (0,18%) ke level 13.835,89, Straits Times menguat 6,26 poin (0,19%) ke posisi 3.368,18. (bani)