Sari Roti Raup Laba Bersih Rp 56 Miliar

Produsen roti bermerek Sari Roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) membukukan kenaikan laba bersih sebesar 72% menjadi Rp56 miliar sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Public Relation ROTI, Stephen Orlando mengatakan, kenaikan laba tersebut didorong oleh naiknya penjualan netto sebesar 30%, “Penjualan netto mengalami kenaikan sebesar Rp357 miliar atau naik 30% dibandingkan sebelumnya sebesar Rp274 miliar,”katanya di Jakarta, Rabu (1/5).

Selain itu, laba usaha perseroan juga ikut mengalami kenaikan sebesar 82% menjadi Rp79 miliar dibandingkan sebelumnya sebesar Rp43 miliar. Soal kenaikan BBM, pihaknya menyatakan tidak akan menaikan harga produknya pada tahun ini. Menurutnya kenaikan harga BBM tidak berdampak besar terhadap kinerja perseroan dan harga jual roti, “Kenaikan BBM tidak berdampak pada perseroan, karena permintaan kita juga mengalami peningkatan,\" ujarnya.

Stephen menambahkan, untuk menekan pengeluaran yang besar seperti kenaikan BBM, perseroan akan melakukan penghematan biaya produksi namun tidak akan melakukan pengurangan karyawan, “Kita akan melakukan efisiensi agar kenaikan BBM tidak berdampak signifikan,\"paparnya.

Sebagai informasi, perseroan juga berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan sebesar

sebesar Rp1 triliun. Rencananya, obligasi tersebut akan diterbitkan menjadi dua tahap. Nantinya, penerbitan obligasi akan menggunakan laporan keuangan per 31 Desember 2012.

Obligasi tahap pertama ini akan diterbitkan sebesar Rp500 miliar. Sementara yang menjadi penjamin emisi dalam penerbitan obligasi adalah PT BCA Sekuritas. Rencananya, dana obligasi akan digunakan untuk mempercepat pembayaran utang dan sebagian lagi akan digunakan untuk pengembangan usaha. (bani)

Related posts