Laba BW Plantation Tergerus Beban Operasional - Kuartal Pertama, Turun 37,6%

NERACA

Jakarta – Kuartal pertama tahun ini, bisnis sektor sawit masih lesu dan kondisi inipula yang dirasakan PT BW Plantation Tbk (BWPT) yang membukukan penurunan laba kotor hingga -37,6% dikuartal pertama 2013 sebesar Rp 101,8 miliar. Padahal sebelumnya, priode yang sama tahun lalu laba kotor perseroan sebesar Rp 163,2 miliar.

Kata Corporate Secretary PT BW Plantation Tbk, Kelik Irwantono, penurunan ini disebabkan oleh harga yang turun dan penyebab utama adanya penambahan area yang memaksimalkan pengeluaran BWPT.

Selain itu, harga CPO tahun lalu Rp 7 juta perton dan saat ini juga turun menjadi Rp 6,22 juta perton. Sementara penjualan bersih perseroan juga hanya tumbuh 0,5% pada Q1 ini yaitu dari Rp 267,7 miliar menjadi Rp 268,9 miliar, “Pendapatan usaha hanya naik 0,5% karena ada peningkatan volume penjualan CPO sebesar 29%, namun demikian harga rata-rata CPO mengalami penurunan sebesar 23% sekitar Rp 6.022/kg,”katanya di Jakarta, Rabu (1/5).

Kendatipun demikian, Direktur Utama PT BW Plantation Tbk, Abdul Halim Anshari tetap menyakini, penurunan laba kotor dan kecilnya penjualan bersih BWPT tidak mempengaruhi produksi perseroan sendiri. Hal ini terlihat dari pertumbuhan tandan buah segar (TBS) inti pada kuartal pertama 2013 sebanyak 138,2 ribu ton atau setara 24,3%.

Sementara untuk CPO naik 10,1% dari 27,5 ribu ton menjadi 30,2 ribu ton, untuk TBS plasma naik 49,8% dari 5,03 ribu ton menjadi 7,54 ribu ton. Volume penjualan TBS naik 100% karena tahun sebelumnya belum ada penjualan namun pada Q1 ini mencapai 15,43 ribu ton,untuk CPO volume penjualan naik 29,1% dari 31,01 ribu ton menjadi 40,03 ribu ton.

Akuisisi Lahan

Selanjutnya, Abdul menyatakan bahwa pada bulan lalu, perseroan telah melakukan akuisisi lahan seluas 6.000 Ha di Kalimantan Barat, “Kami ada rencana untuk akuisisi lahan lagi tapi masih dipelajari kecocokan tanah, harga, dan keadaan masyarakat sekitar yang akan mendukung keberadaan kami. Untuk sementara bukan akuisisi lahan lagi yang menjadi fokus kami, melainkan menanam sisa lahan yang ada agar segera memproduksi dan menambah volume kita. Saat ini BWPT sudah memiliki 110.000 Ha lahan yang telah diakuisisi,”ungkapnya.

Asal tahu saja, sampai dengan kuartal pertama tahun ini perseroan telah melakukan penanaman baru di lahan inti seluas 758 Ha sehingga total lahan yang telah ditanam menjadi 67.161 Ha.

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 1 triliun dan akan digunakan untuk kemajuan perseroan. Disebutkan, 60% akan digunakan untuk perawatan tanaman yang belum menghasilkan, 15% digunakan untuk penambahan kapasitas di Kalimantan Timur, 10% akan digunakan untuk pembelian alat berat dan sisanya sebesar 5% untuk akuisisi lahan lagi serta sisanya akan digunakan untuk perbesar lahan. (nurul)

BERITA TERKAIT

Laba Bersih BULL Melesat Tajam 109,72%

NERACA Jakarta – Di kuartal pertama 2018, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109,72% menjadi…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Penjualan Truk Fuso Naik 28,2 Persen di Kuartal I 2018

PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), distributor resmi kendaraan Mitsubishi Fuso di Indonesia membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan selama kuartal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sunandar Resmi Jadi Dirut Baru KPEI

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) merombak jajaran direksi. Dimana para pemegang…

Indo Straits Raih Kontrak Baru Rp 121 Miliar

Belum lama ini, PT Indo Straits Tbk (PTIS) medapat kontrak baru senilai Rp 121 miliar berupa penyediaan crane barge untuk…

PNRI Terbitkan MTN Rp 145 Miliar

Guna menunjang pengembangan bisnisnya, Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI) menerbitkan surat utang jangka menengah alias medium term notes (MTN)…