Mandiri Tunas Finance Terbitkan Obligasi - Tawarkan Kupon Maksimal 8,20%

NERACA

Jakarta - PT Mandiri Tunas Finance (MTF) menerbitkan obligasi berkelanjutan dengan total nilai obligasi sebesar Rp1,250 triliun. Untuk tahun ini, MTF merilis obligasi tahap I senilai Rp500 miliar dalam dua seri dengan kisaran kupon 7,35% - 8,20%.

Direktur Mandiri Securitas, Imam Satriyono mengatakan, untuk seri A dengan tenor 36 bulan ditawarkan kupon di kisaran 7,35% - 8,15%. Sementara untuk seri B dengan tenor 48 bulan ditawari kupon 7,40% - 8,20%, “Kisaran kupon tersebut sebagai hasil diskusi dengan MTN, yang sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan BBM, “katanya di Jakarta, Rabu (1/5).

Hal senada juga disampaikan Dadang Suryanto, Direktur Mandiri Securitas, kisaran kupon tersebut tidak jauh berbeda dengan kupon obligasi Astra Finance, “Tapi bagi kita yang penting kupon finalnya. Jadi kita liat nanti hasil penawaran,\"ujarnya.

Nantinya, dana hasil obligasi akan dimanfaatkan untuk pengembangan bisnis pembiayan MTF. Menurut Ignatius Susatyo Wijoyo, Direktur Utama MTF, tahun ini pihaknya akan menambah 22 cabang baru guna mendukung target pembiayaan baru 2013 yang dipatok sebesar Rp12 triliun.\"Di periode Januari-Maret ini kita sudah bukukan pembiayaan baru senilai Rp2,5 triliun, naik dari Rp1,7 triliun di periode yang sama tahun lalu,\" kata Ignatius.

Dia menjelaskan, pertumbuhan pembiayaan yang baik sebagai dampak dari konsep MTF yang sejak pertengahan tahun 2012 mulai fokus pada pembiayaan mobil baru. \"Ini relatif lebih baik utuk semua merek. Untuk itu kita akan buka 22 cabang baru,\" kata Ignatius.

Sementara Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo menambahkan, fokus pembiayaan mobil baru manfaatnya untuk mengembangkan market share perseroan, “Selama ini pembiayaan mobil baru terbesar masih di Honda, Toyota, Mitshubisi, dan Daihatsu. Nah kita coba masuk juga ke Chevrolet yang mungkin masih sedikit peminatnya, tetapi kita mencoba fokus ke setiap merek sehingga bisa menjadi basis kita,\" jelas Harjanto.

Untuk pembiayaan alat berat, portofolio MTF masih kecil, karena pihaknya sangat berhati-hati untuk masuk ke sektor ini. \"Kita tidak bermain di pertambangan, tetapi di perkebunan, distribusi, dan infrakstuktur,\" ujar Ignasius.

Dia menambahkan, saat ini kontribusi pendapatan MTF ke Grup Tunas masih di kisaran 50% dan kedepannya ditargetkan bisa naik sebesar 75%. Selain itu, hampir 70% pembiyaan modal perseroan masih disuntik disuntik oleh Bank Mandiri dan sisanya 30% dari bilateral loan bank, maupun bonds dari pasar modal. (bani)

BERITA TERKAIT

Paramount Tawarkan Rumah untuk Kalangan Menengah

Paramount Tawarkan Rumah untuk Kalangan Menengah NERACA Jakarta - Paramount Land, perusahaan pengembang properti yang berpusat di Gading Serpong, Kabupaten…

Bank Capital Terbitkan Obligasi Rp 250 Miliar

Perkuat likuiditas dalam menunjang ekspansi bisnis, PT Bank Capital Indonesia Tbk (BCAP) berencana untuk melaksanakan penerbitan obligasi subordinasi Bank Capital…

BEI Tolak Permintaan Suspensi BFI Finance - Dinilai Menyalahi Aturan

NERACA Jakarta –Sengketa hukum antara PT BFI Finance Tbk dengan PT Aryaputra Teguharta, menuai reaksi dari PT Bursa Efek Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Metrodata Bagikan Dividen Rp 10 Persaham

NERACA Jakarta - Berkah mencatatkan pertumbuhan laba bersih 12,1% sepanjang tahun 2017 kemarin, mendorong PT Metrodata Electronic Tbk (MDTL) untuk…

Duta Pertiwi Bidik Laba Bersih Rp 6 Miliar

NERACA Jakarta – Membaiknya harga batu bara, menjadi alasan bagi PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS) untuk mematok pertumbuhan bisnis…

Kapitalisasi Pasar di Bursa Tumbuh 0,24%

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan menjelang libur panjang Idul…