KEBIJAKAN PELAYANAN PEMKOT BANDUNG Buat Akte Kelahiran di Atas Mobil

NERACA

Bandung - Mengimplentasikan Undang Undang (UU) RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 07 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan administrasi kependudukan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung mengeluarkan kebijakan pelayanan keliling pembuatan akte kelahiran dekat dengan domisili masyarakat.

“Mulai sekarang, pemohom akte kelahiran tidak lagi harus repot datang ke kantor Disdukcapil. Pemohon cukup datang ke unit layanan keliling sesuai jadwal yang kami beritahukan lewat bantuan media massa. Direncanakan seminggu dua kali, Selasa dan Kamis,” ujar Kepala Disdukcapil Kota Bandung, Ema Sumarna di sela-sela peluncuran kendaraan operasional pelayanan keliling Akta Kelahiran, di Plaza Balaikota.

Proses simulasi pembuatan akte disaksikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Dada Rosada di mobil unit layanan keliling, dengan menyerahkannya pada pemohon atas nama Ny Maesaroh warga Sukawarna-Sukajadi dan bayi Aurel Damara Maritsa puteri pasangan Bambang Sulistia dan Indre Kistiani warga Rancanumpang-Gedebage.

Program yang disebutnya bagian dari reformasi birokrasi di lingkungan Pemkot Bandung, diharapkan Ema, mencapai sasaran terwujudnya pelayanan publik yang prima. Pelayanan pencatatan kelahiran, diakuinya belum sepenuhnya memuaskan masyarakat.

Operasionalisasi pelayanan keliling akta kelahiran, ditunjang dua unit mobil yang dilengkapi genset, komputer (laptop) dan printer dengan tiga petugas. Pemohon cukup membawa foto copy KTP, Kartu Keluarga (KK), buku nikah, keterangan kelahiran serta menghadirkan dua saksi pelapor kelahiran. “Lewat layanan keliling, petugas akan mengantarkannya ke alamat pemohon. Para petugas kami dilapangan, tidak boleh dan tidak akan menerima jasa dari pemohon akte,” kata Ema.

Wali Kota Bandung, Dada Rosada menegaskan, ikhtiar meningkatkan kualitas pelayanan publik, bukan sekedar bagian reformasi birokrasi tapi juga komitmen moral merealisasikan birokrasi yang amanah terlebih bagi kota Bandung dan warganya sedang menegakan pilar dalam meraih kehormatan, kebanggaaan dan jati diri.

Akte kelahiran merupakan amanat Undang Undang terkait penyelenggaraan administrasi kependudukan, khususnya dalam perlindungan dan pengakuan terhadap penentuan status pribadi dan status hukum setiap peristiwa kependudukan yang dialami warga kota. “Akta kelahiran menjadi dasar pembuatan KTP, menyekolahkan anak dan kepentingan lain yang mempersyaratkan, tegas Dada.

BERITA TERKAIT

Jaga Kebijakan Harga

Ketika Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dan Ombudsman RI mengendus kebijakan impor berbagai komoditas pangan tampaknya terdapat  kekurangsinkronan antara Kementan,…

Penilaian CIPS - Kebijakan Perdagangan Indonesia Cenderung Makin Proteksionis

NERACA Jakarta – Board member Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Arianto Patunru mengatakan, Indonesia menghadapi tantangan ekonomi yang semakin…

Pemkot Depok Komitmen Tingkatkan SDM Kesehatan

Pemkot Depok Komitmen Tingkatkan SDM Kesehatan NERACA Depok - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok Jawa Barat, berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan,…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang

Akhir 2019, PNM Targetkan Nasabah Mekaar Capai 6 Juta Orang NERACA Jakarta - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM…

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi

Pertimbangan Dewan Sukabumi Mengenai PPDB Pakai Sistem Zonasi NERACA Sukabumi - Adanya sistem baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)…

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan NERACA Lebak - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak meminta pelaku…