PTPP Targetkan Pertumbuhan Bisnis 24%

Kebanjiran Kontrak Baru

Kamis, 02/05/2013

NERACA

Jakarta – Perusahaan konstruksi dan investasi PT Pembangunan Perumahan Tbk (PP) menargetkan dalam lima tahun kedepan bisnisnya tumbuh sebesar 24%. Namun, pihaknya belum bisa memperkirakan penguasaan secara nasional, “Untuk 5 tahun kedepan secara portofolio kami targetkan tumbuh 24% namun kalau secara nasional saya belum bisa prediksi,” kata Direktur PTPP Tumiyono di Jakarta, Rabu (1/5).

Menurut Corporate Secretary PTPP, Betty Ariana, perkiraan tumbuh 24% dikarenakan ada dua tempat pembangunan yang sedang dikerjakan perseroan yaitu di Surabaya dan Kalimalang. Di Surabaya sendiri sedang membangun hotel, apartemen, perkantoran, commercial center dan ruko. Ruko di Surabaya telah terjual habis dan apartemennya sudah 50% terjual, “Karena ruko sold out dan apartemen kita sudah 50% terjual, inilah yang menjadi sumber dana kita, dari pembeli,”jelasnya.

Sebagai informasi, kuartal pertama tahun ini perseroan membukukan kontrak baru tumbuh 176,5% dibandingkan priode yang sama tahun lalu yaitu dari Rp 1,7 triliun menjadi Rp 4,7 triliun.

Selain itu, pendapatan juga naik 79,3% dari Rp 714,8 miliar menjadi Rp 1,28 triliun. Pertumbuhan pendapatan ini ditopang dari laba bersih yang tumbuh seesar 50,7% dari Rp 28,2 mmiliar menjadi Rp 42,5 miliar.

Disebutkan, aksi korporasi yang akan dilakukan untuk jangka panjang ada tiga yaitu pertumbuhan diseluruh lini bisnis, meningkatkan kontribusi pendapatan dan laba dari bisnis properti, serta investasi dan yang terakhir investasi dilakukan secara prudent dengan batasan kelayakan IRR.

Obligasi Oversubscribed

Kemudian untuk mendukung target, belum lama ini perseroan menerbitkan obligasi senilai Rp 1 triliun yang sudah oversubscribed 300%, “Untuk bidang proproperti dan realti, perseroan akan membentuk anak usaha properti, pengembangan lahan di Surabaya seluas 3,5 Ha untuk apartemen, hotel dan perkantoran serta pengembangan lahan seluas 20 – 30 Ha di Jakarta. Kami juga akan ada pengembangan hotel,”kata Betty.

Dia juga menambahkan akan ada pendirian pabrik precast dan investasi di bidang pelabuhan, jalan tol serta PLTU 125 MW. Sebagai informasi, tahun ini terdapat proyek pembangunan utama yang menjadi pendonor pendapatan PTPP terbesar yaitu proyek terminal petikemas Kalibaru Rp 8,2 triliun, Silo Banyuwangi Rp 360 miliar, Educity 1 dan 2 Rp 446 miliar, Jalan Donggi-Senoro Rp 706 miliar, pasar Turi Surabaya Rp 222 miliar, Landmark Pluit Rp 301 miliar, AP II Kualanamu Rp 258 miliar, Departemen Perhubungan Rp 316 miliar, The Samator hotel Rp 162 miliar dqn terakhir Metropalace Rp 350 miliar.

Sementara untuk proyek luar negeri, PTPP tengah membidik proyek jalan di Timor Leste karenaa sebelumnya pada 2012, perseroan sudah memiliki kontrak untuk proyek jalan juga disana dengan nilai Rp 135 miliar dan Rp 150 miliar. (nurul)