BEI Desak Perusahaan Lokal Gelar IPO

Pasar Melampaui Malaysia

Kamis, 02/05/2013

NERACA

Jakarta–Lambat tapi pasti, pertumbuhan industri pasar modal dalam negeri terus berkembang. Bahkan pertumbuhan tidak hanya pada indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang kembali tembus level 5,060.919, tetapi juga kapitalisasi pasar.

Data World Federation of Exchange menyebutkan, sepanjang kuartal pertama 2013, kapitalisasi pasar BEI sudah mencapai US$ 495,27 miliar atau telah melampaui kapitalisasi pasar bursa Malaysia di level US$ 462,53 miliar. Meski demikian, jumlah tersebut masih di bawah kapitalisasi pasar bursa Singapura di US$ 800,32 miliar.

Direktur Pengembangan BEI Friderica Widyasar Dewi mengatakan, pihaknya akan terus meningkatkan jumlah investor domestik, “Salah satu caranya adalah dengan menambah minat investasi terhadap saham perusahaan tercatat di BEI dengan memberikan informasi terbaru seputar aksi korporasi emiten,”katanya di Jakarta, Rabu (1/5).

Dirinya menuturkan, memberikan informasi seputar aksi korporasi juga dilakukan melalui program seperti Insitusional Investor Day 2013 yang berlangsung dua hari dan menghadirkan 16 emiten untuk memaparkan program mereka kepada investor.

Di sisi lain, lanjut Friderica, selain mendorong pertumbuhan jumlah investor domestik, pihak BEI juga akan berusaha untuk menambah jumlah perusahaan untuk melakukan penawaran umum saham perdana (IPO), “Peningkatan jumlah investor tentu akan membuat permintaan terhadap pilihan saham perusahaan lebih banyak, dengan bertambahnya perusahaan tercatat di BEI juga akan meningkatkan kapitalisasi pasar modal Indonesia,”ujarnya.

Kata Friderica Widyasari, dirinya terus mendorong perusahaan domestik dengan menggandeng asosiaso yang menaungi perusahaan untuk masuk ke dunia pasar modal, guna meningkatkan kinerja perusahaan, “Kita sudah kerja sama dengan Kadin, Apindo, Hipmi dan lainnya agar perusahaan yang bernaung di sana bisa mencatat di bursa,”tandasnya.

Menurut dia, upaya yang sudah dilakukan BEI,seperti memasukkan perusahaan yang berpotensi ke dalam daftar target, dan berbagai sosialisasi. Lebih lanjut dia mengatakan, BEI memiliki target perusahaan yang melalukan penawaran perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di tahun ini sebanyak 30 perusahaan. Hingga kini baru tujuh perusahaan yang IPO.

Selain itu, program pengembangan lainnya adalah peluncuran ulang produk derivatif, Kontrak Berjangka Indeks Efek (KBIE) dan Kontrak Opsi Saham (KOS). Friderica sendiri telah menetapkan tingkat leverage produk derivatif tersebut adalah 25 kali. “Untuk harga produknya, nanti akan disusun berdasarkan kontraknya. Semakin dekat kontrak tersebut dengan masa jatuh temponya maka harga kontraknya akan semakin murah. Kami berharap peluncuran ulang produk derivatif ini dapat diterapkan di akhir tahun ini,” papar Friderica.

Saat ini BEI tengah melakukan persiapan dan penyempuraan sistem transaksi perdagangan Jakarta Automated Trading System Next Generation (JATS Next G) yang dimilikinya. (nurul)