Sarana Meditama Tambah Rumah Sakit Tahun ini - Investasikan Dana Rp 250 Miliar

NERACA

Jakarta –Besarnya potensi pasar bisnis healthcare yang belum banyak digarap di Indonesia menjadi peluang bagi PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) untuk meningkatkan ekspansi. Emtien yang bergerak di bidang rumah sakit dan operator dari Rumah Sakit Omni Internasional ini akan menambah satu rumah sakit tahun ini.

Direktur Utama PT Sarana Mediatama Metropolitan Tbk, Nursing mengatakan, tahun ini akan bangun satu unit rumah sakit di luar Jabodetabek, “Penambahan rumah sakit diharapkan bisa terealisasi tahun ini, “katanya di Jakarta, Rabu (1/5).

Disebutkan, beberapa lokasi yang tengah dibidik diantaranya Pekanbaru, Makassar, Bali dan Kalimantan. Investasi pembangunan satu unit rumah sakit ditaksir sekitar Rp 250 miliar dengan kapasitas 250 kamar.

Kata Nursing, sumber pendanaan pembangunan rumah sakit berasal dari sisa hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) dan laba operasional. Bahkan dalam dua tahun kedepan, nantinya perseroan juga akan menambah dua rumah sakit lagi.

Tahun ini, lanjutnya, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 40 miliar. Nantinya, sebesar Rp 20 miliar akan digunakan untuk penambahan 18 kamar premium untuk rumah sakit Omni di Pulomas, “Saat ini di Omni Pulomas baru memiliki 119 kamar dari normalnya sebanyak 232 kamar,”ujarnya.

Oleh karena itu, ditahun 2014 nanti perseroan akan mempercepat penambahan 100 kamar rawat inap. Asal tahu saja, sejauh ini rumah sakit Omni Pulomas masih mendominasi kontribusi pendapatan dan disusul Omni Alam Sutera sebesar 47%.

Tahun ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 321 miliar, laba bersih Rp 31,1 miliar, laba kotor Rp 145,5 miliar dan EBITDA sebesar Rp 92,5 miliar. Pendapatan terbesar masih ditopang ancillas service sebesar 162,5% dan inpatient service 54,7%. Ditahun 2012 lalu, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 23, 27 miliar dibandingkan tahun lalu rugi sebesar Rp 12, 19 miliar.

Disebutkan, keberhasilan membukukan laba bersih didukung oleh pendapatan konsolidasi perseroan yang meningkat 12% menjadi p 270,47 miliar pada tahun 2012. Marjin laba kotor, EBITDA dan laba bersih juga konsisten menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun, dimana pada tahun 2012 mencapai masing –masing sebesar 45%m 28% dan 9%.

Direktur Keuangan PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk, Hassan Themas pernah bilang, efisiensi yang telah dilakukan berhasil menjaga peningkatan beban pokok pendapatan hanya sekitar 7% menjadi Rp 147,85 miliar dari Rp 138,28 miliar atau jauh dibawah pertumbuhan pendapatan konsolidasi perseroan tahun 2012 sebesar 12% sehingga mendorong peningkatan laba kotor sebesar 19% menjadi Rp 122,61 miliar dibandingkan tahun lalu Rp 103,29 miliar.

Kemudian untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja, perseroan juga terus menambah kapasitas hingga 400 tempat tidur dan memperluas segmen pelanggan dengan melakukan pemasaran yang berbeda dan inovatif sesuai dengan kebutuhan segmen pelanggan serta standarisasi obat-obatan dan alat kesehatan. (bani)

BERITA TERKAIT

Teknologi EcoStruxure Schneider Electric Dorong Peningkatan Sistem Layanan Rumah Sakit Digital

Jakarta, Sistem layanan rumah sakit berada di bawah tekanan yang menuntut keberlanjutan. Dengan kegiatan operasional 24/7 dan kebutuhan energi yang…

Industri Kaca Lembaran Tambah Kapasitas Jadi 1,34 Juta Ton

  NERACA Jakarta – Industri kaca lembaran mengalami peningkatan kapasitas produksi seiring adanya perluasan usaha dari salah satu produsen guna…

Lepas 33,07% Saham Ke Publik - Wahana Interfood Bidik Dana IPO Rp 33 Miliar

NERACA Jakarta – Kembangkan ekspansi bisnisnya lebih pesat lagi, PT Wahana Interfood Nusantara bakal mencari pendanaan di pasar modal dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PPRO Berikan Kran Air Siap Minum di Semarang

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) pada lingkungan, PT PP Properti Tbk (PPRO) bersama…

Tawarkan IPO Rp 178 -198 Persaham - Interfood Bidik Kapasitas Produksi 10.600 Ton

NERACA Jakarta –Perusahaan produsen cokelat, PT Wahana Interfood Nusantara menawarkan harga penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO)…

Mandom Targetkan Penjualan Tumbuh 10%

Sepanjang tahun 2019, PT Mandom Indonesia Tbk (TCID) membidik pertumbuhan penjualan sebesar 5% hingga 10%. Hal itu ditopang pertumbuhan penjualan…