Pentingnya Edukasi Keuangan untuk Tingkatkan Perekonomian TKI

Bank sebagai lembaga intermediasi dan pelaksana sistem pembayaran memiliki peranan penting dalam mendukung pemahaman terhadap aktivitas dan dinamika perekonomian Indonesia. Maka dari itu, edukasi keuangan atau edukasi perbankan dalam hal ini menjadi penting. Pasalnya, pengetahuan tentang seluk beluk dunia perbankan, termasuk produk dan jasa yang ditawarkan masih minim di masyarakat, khususnya bagi para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Berangkat dari hal tersebut, Badan Nasionl Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) memberikan edukasi keuangan kepada calon TKI atau TKI dan keluarga TKI didalam upayanya meningkatkan kesejahteraan perekonomian mereka. Pelatihan itu merupakan program yang telah ditargetkan dalam Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2010 – 2014 dengan total target 17.000 orang.

Ada 5 materi pokok keuangan yang disajikan kepada mereka, yaitu mengelola keuangan dengan bijak, menabung, mengelola pinjaman (bagi calon TKI atau TKI yang tidak cukup biaya pada saat berangkat bekerja ke luar negeri), mengirim uang dari luar negeri (remitansi) bagi TKI dan menerima uang kiriman bagi keluarga TKI, serta mengenal Asuransi TKI.

Sejak 2010 sampai Maret 2013, BNP2TKI sudah memberikan edukasi pengelolaan keuangan pada 4.160 TKI dan keluarga TKI dari target 6.060 TKI dan keluarga TKI hingga akhir tahun ini. Edukasi keuangan TKI dan keluarganya pada 2010 sebanyak 300 orang, 2011 sebanyak 1.810 orang, 2012 sebanyak 1.800 orang, 2013 sampai akhir Maret 250 orang, sehingga total 4.160 orang.

Pelatihan pada 2013 ditargetkan diikuti 2.150 orang terbagi dalam 43 kelas dan setiap kelasnya diikuti 50 orang. Hingga akhir Maret telah diselenggarakan dalam 5 kelas di lima kabupaten/kota yaitu Sumedang (4–6 Maret), Bantul (12–15 Maret), Mataram (18–20 Maret), Garut (20–22 Maret), dan Pati (25–27 Maret). Sedangkan 38 kelas lain akan dilakukan di 38 kabupaten/kota. April 12 kelas, Mei 12 kelas, Juni 8 kelas, Juli 5 kelas, dan Agustus 1 kelas.

BERITA TERKAIT

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara

Ahli Hukum Pidana: Perlu Bukti Ada Kick Back untuk Menentukan Terjadinya Kerugian Negara NERACA Jakarta - Ahli hukum pidana Prof.…

Pentingnya Memanfaatkan Energi Baru dan Terbarukan

      NERACA   Jakarta - Pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) merupakan penentu tercapainya kedaulatan energi. Indonesia pun…

RI Tingkatkan Konektivitas Dengan Afrika Lewat Ethiopia

NERACA Jakarta – Pemerintah RI berupaya meningkatkan konektivitas Indonesia dengan negara-negara di Afrika melalui Ethiopia, seiring dengan dibukanya rute penerbangan…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Koperasi SHS Mandiri: - Mengembangkan Produk UKM Desa Krambil Sawit

Desa Krambil Sawit di Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, yang berpenduduk 6.900 jiwa bukanlah desa yang kaya akan sumber alam.…

Mahasiswa-Pemuda Deklarasi Anti-Terorisme

Belasan organisasi mahasiswa dan pemuda Indonesia yang tergabung dalam sebuah aliansi sepakat mendeklarasikan diri untuk bersatu melawan terorisme dan radikalisme…

Anak Jalanan akan Dilibatkan Dalam Asian Games

    Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) melibatkan anak jalanan dalam penyelenggaraan pesta multi-cabang olahraga tertinggi di Asia itu…