Jakarta Marathon 2013, Perkenalkan Jakarta Lewat Olahraga

Sabtu, 04/05/2013

Tour de Singkarak dan Musi Triboatton merupakan contoh dari kolaborasi antara olahraga dan promosi pariwisata indonesia yang telah mendunia. Oktober mendatang event olahraga kelas dunia Jakarta Marathon 2013 juga akan diselenggarakan.

NERACA

Uniknya, event olehraga kelas dunia tersebut yang biasanyadiselenggarakan di luar kota besar,kini diadakan di Jakarta, kota paling sibuk di Indonesia.Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengklaim "Jakarta Marathon 2013" yang akan digelar 27 Oktober 2013 sebagai kegiatan olahraga marathon dan unsur pariwisata terbesar di Asia.

Penyelenggaraan Jakarta Marathon 2013 bisa bersaing dengan kegiatan marathon di sejumlah negara lain seperti Chicago, dan Paris.Jakarta Marathon 2013 diselenggarakan oleh Kemenparekraf dan didukung Pemda DKI Jakarta dan Kemenpora.

Gubernur DKI Joko Widodo menyatakan siap mendukung pelaksanaan kegiatan Jakarta Marathon 2013 pada 27 Oktober. Menurutnya, Pemprov DKI siap sedia mendukung pelaksanaan kegiatan olahraga Jakarta Marathon 2013. "Kegiatan seperti ini, akan kita jadikan sebagaievent tahunan," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Kegiatan olahraga maraton internasional tersebut, kata Jokowi, diharapkandapat memberikan citra yang baik bagi Indonesia, terutama kota Jakarta, sebagai destinasi yang aman dikunjungi seluruh masyarakat dunia.

Sedangkan,Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar menilai olehragaMaraton adalah olahraga yang sangat populer didunia. Di kota-kota besar maraton diselenggarakan dengan sukses. Contohnya di Paris kemarin bahkan 40 ribu orang yang ikut maraton. Olahraga ini sangat populer oleh karena itu kita manfaatkan popularitas maraton ini.

Sapta menambahkan kegiatan ini dapat memperkenalkanbright sitedari kota Jakarta seperti Kota Tua, Monumen Nasional (Monas) dan museum yang ada. Selain itu akan diselenggarakan pulaJakarta Festivalyang menampilkan para peserta karnaval dariJember FestivaldanSolo Festivalpada saat penyerahan hadiah serta pertunjukan budaya dan kuliner Jakarta.

Rute Jakarta Marathon bulan Oktober mendatang setidaknya akan melewati sembilan titik wisata Jakarta. Peserta lomba lari akan melewati Regatta Pluit, Kawasan Kota Tua, Pasar Baru, Gedung Kesenian Jakarta, Masjid Istiqlal, Monumen Nasional, Balaikota Jakarta, Bundaran Hotel Indonesia, dan Gelora Bung Karno.

“Jalur lari masih dalam penggodokan dari PASI. Rencananya apakah dari Kota Tua sampai Gelora Bung Karno atau dari Gelora Bung Karno putar di Monas ini sedang dipikirkan. Karena ada dua pertimbangan, pertama untuk cukup lari dan kedua estetika gambaran kota yang indah” papar Wamen Parekraf.

Diperkirakan maraton dengan lintasan sepanjang 42 kilometer itu diikuti 5.000 sampai 10.000 pelari, termasuk 1.000 pelari dari 40 negara. Selama pelaksanaan Jakarta Marathon, jalan yang menjadi lintasan akan disterilkan selama delapan sampai 12 jam untuk persiapan dan pelaksanaan lomba serta pembersihan setelah acara lomba.

Jakarta Marathon2013 merupakaneventmaraton internasional pertama yang diselenggarakan di Indonesia bahkan di Asia.Eventini diharapkan dapat menjaring peserta 10 ribu orang dan dapat menjadi acara yang diselenggarakan setiap tahun. Hadirnya ribuan orang di Jakarta diharapkan akan berdampak pada ekonomi melalui aktivitas hunian hotel, restoran dan tempat hiburan termasuk mall.

Hingga dilakukansoft launching,pendaftar pada Jakarta Marathon 2013 sudah mencapai 1000 orang yang berasal dari 40 negara. Dalam acara ini juga dibukastandpendaftaran bagi para pengunjung yang ingin berpartisipasi dalam berbagai kategori jarak yang ada di Jakarta Marathon 2013 antara lainChildren’s Sprint, WheelChair, 5K, 10K,Half MarathondanFull Marathondengan panjang lintasan 42 km.

Soft launchingJakarta Marathon 2013 dihadiri oleh Wamen Parekraf bersama Menteri Pemuda dan Olahraga, Gubernur DKI Jakarta sekaligus membuka acaraMarketing Dayyang diselenggarakan di Fashion Atrium, Kota Kasablangka, Jakarta. Hadir pula perwakilan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Badan Promosi Pariwisata Indonesia serta perwakilan asosiasi dan komunitas pariwisata dan olahraga.