Cisco Buka Markas Regional Baru

Pemimpin global dalam TI, pada 17 April lalu mengumumkan pembukaan markas regional baru di Singapura, sekaligus menandai 20 tahun operasional di negara tersebut. Kantor baru ini akan menjadi tempat operasional Cisco untuk Singapura dan regional, termasuk operasional, penjualan, pemasaran, sumber daya manusia, keuangan, dan Cisco Services.

Tempat itu juga akan memiliki Customer Briefing Center (CBC), di mana teknologi dan solusi terbaru Cisco didemokan ke pelanggan dan mitra. Singapura merupakan pusat operasional Cisco di Asia Pasifik, Jepang, dan China.

Terletak di UE Biz Hub, di dalam Changi Business Park, kantor baru Cisco menggabungkan 1000 karyawan dari empat kantor Cisco sebelumnya di Singapura. Memperkuat komitmen Cisco untuk sebuah tempat kerja yang terhubung dan kesinambungan, kantor baru di Singapura ini menggabungkan struktur gedung cerdas dan konsumsi energi yang efisien. Cisco merayakan 20 tahun kehadiran di Singapura tahun ini, setelah memainkan peran dalam membantu orang-orang Singapura menjadi online pertama kalinya di tahun 1994.

Setelah itu, Cisco memperkenalkan berbagai teknologi canggih yang telah mengubah cara orang Singapura bekerja, hidup, bermain dan belajar. Pada tahun 2000, Cisco dan IDA menciptakan Internet Home yang pertama di Singapura, mengubah total sebuah unit Housing Development Board (HDB) empat-kamar di Bishan. Internet Home, saat itu, memiliki akses Internet pita lebar yang selalu tersedia (always-on), menghubungkan hampir seluruh perangkat di unit tersebut.

Cisco juga telah membuat berbagai kontribusi penting dalam mengembangkan pelatihan kemampuan-kemampuan teknologi jaringan di Singapura, melalui kemitraannya dengan 15 lembaga pendidikan lewat Cisco Networking AcademyTMProgram. Lebih dari 46.000 pelajar di Singapura telah dilatih melalui program ini sejak tahun 1998.

Cisco Networking Academy Program merupakan program investasi sosial terpenting Cisco di seluruh dunia. Networking Academy menggunakan model kemitraan public-swasta untuk menciptakan “ruang kelas terbesar di dunia”, bekerja dengan lembaga-lembaga pendidikan, nonprofit, pemerintah, dan badan-badan internasional dan lokal lainnya.

Program ini mengajar pelajar di seluruh dunia keahlian yang dibutuhkan untuk membangun, merancang dan memelihara jaringan, dan dengan demikian meningkatkan prospek karir mereka sekaligus menjawab kebutuhan dunia akan profesional di bidang jaringan. Cisco telah mendirikan lebih dari 10.000 akademi di 165 negara, membantu membangun kemampuan dan keahlian TIK dan menyiapkan tenaga kerja yang memiliki sertifikasi kelas-industri dengan karir di banyak industri. Para pelajar mengembangkan keahlian dasar dalam TIK sambil meraih keahlian karir dalam memecahkan masalah, kolaborasi, dan pemikiran kritis.

BERITA TERKAIT

Bank Sampoerna Buka Cabang Di Bandung

    NERACA   Jakarta - Dalam rangka meningkatkan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah, PT Bank Sahabat Sampoerna…

Cosmobeaute 2019 Akomodasi Merek Kecantikan Baru

  NERACA   Jakarta - Sebagai pameran B2B (business-to-business) terbesar di Indonesia, Cosmobeauté Indonesia menghubungkan produsen, eksportir, distributor dan agen…

OJK Buka Celah Obligasi Tanpa Penawaran

NERACA Jakarta – Dalam rangka menunjang pertumbuhan industri pasar modal, inovasi dan kemudahaan berinvestasi di pasar modal terus digalakkan Otoritas…

BERITA LAINNYA DI TEKNOLOGI

Tahun Politik, Serangan Siber Intai Jaringan Telekomunikasi

Industri telekomunikasi seringkali menjadi sasaran empuk para peretas untuk melancarkan serangan siber karena perusahaan umumnya memiliki pusat data (data center)…

Pemerataan Kecepatan Internet, Pemerintah Bangun Satelit Satria

Pemerintah  sedang mengupayakan satelit multifungsi yang akan selesai dibangun pada 2023 mendatang untuk meratakan internet cepat di Indonesia. Direktur Utama …

Samsung Galaxy S10 Bakal Rilis Maret

Informasi mengenai flagship terbaru Samsung, Galaxy S10, semakin banyak beredar di ranah maya. Kali ini muncul informasi baru tentang waktu…