Efisiensi Mengerek Penjualan Arwana Tumbuh 37%

Rencanakan Penyesuaian Harga

Rabu, 01/05/2013

NERACA

Jakarta – Produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk catatkan kinerja gemilang pada kuartal pertama tahun 2013 dengan penjualan bersih tumbuh 37% menjadi Rp 348,6 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu.

Corporate Secretary PT Arwana Citramulia Tbk, Rudi Sujanto, mengatakan, penjualan bersih perseroan naik karena didukung oleh inovasi produk, penyesuaian harga jual dan peningkatan volume penjualan sebesar 17%, “Berkurangnya utang perseroan juga menjadi nilai tambah, pada 2011 utang Arwana mencapai Rp 20 miliar, pada 2012 turun menjadi Rp 12 miliar dan tahun ini Rp 5,5 miliar, “katanya di Jakarta, Selasa (30/4).

Dia juga menambahkan, pertumbuhan penjualan bersih yang dicapai Arwana diiringi dengan efisiensi biaya produksi dan beban usaha yang minimum memperbaiki margin laba usaha yang naik menjadi 25%. Perbaikan margin laba ini, meningkatkan laba bersih yang naik 123% pada Q1 2013 menjadi Rp 67,7 miliar.

Saat ini perseroan sedang memaksimalkan pembiayaan untuk pabrik ke kempat di Palembang yang membutuhkan dana Rp 200 miliar dan saat ini sudah menyerap Rp 70 miliar. Nantinya pabrik di Palembang ini akan memproduksi keramik 20 juta m2 yang dibagi menjadi tiga tahap produksi yaitu 8 juta m2 pada tahap pertama dan 6 juta m2 pada tahap dua dan tiga.

Progres pembangunan pabrik keempat ini juga sudah memasuki tahap memasukan gas ke pabrik dan akan dilakukan uji pengoperasian mesin sehingga pada awal Juli diharapkan sudah bisa produksi. Produksi penuh diharapkan dapat dilakukan awal September dengan jumlah produksi berkisar 2,5 juta – 3 juta m2, “Arwana ada rencana akuisisi lahan di Jawa Timur masih proses karena ada tiga tempat yang jadi pilihan tetapi masih dalam proses karena tanah di Jawa Timur harganya 5X lebih mahal dibandingkan Palembang. Namun infrastruktur seperti tanah tidak akan rugi karena nilainya pasti akan terus naik,”kata Rudi Sujanto.

Dia juga mengungkapkan, saat ini perseroan sudah memiliki opsi harga untuk kenaikan BBM yang akan terjadi. Menurutnya, harga itu tetap akan disesuaikan untuk segmen konsumen Arwana yaitu masyarakat menengah ke bawah, “Nantinya harga kita sesuaikan, namun akan tetap sesuai dengan konsumen kami. Kalau BBM benar naik, saya berharap tidak akan menyebabkan inflasi. Secara pribadi sebagai pengusaha, bagi saya kenaikan BBM hal yang wajar karena BBM subsidi yang konsumsi bukan hanya masyarakat tidak mampu,”paparnya. (nurul)