BTN Gelar Undian “Homebastis Berhadiah Puluhan Miliar”

NERACA

Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk semakin agresif mengejar pertumbuhan bisnis. Untuk meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) perbankan, misalnya, Bank BTN aktif melakukan kegiatan promosi produknya, terutama produk unggulan seperti Tabungan Batara dan Tabungan Batara Prima. Sejak 2003, BTN aktif melakukan promosi produk ini. Produk berdana murah ini berhasil mengerek DPK BTN. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan DPK ritel BTN, dari Rp17,33 triliun menjadi Rp23,98 triliun pada 2012.

“Keberhasilan ini karena dukungan masyarakat yang memberikan kepercayaan untuk menggunakan produk tabungan BTN. Inilah saatnya kami memberikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan masyarakat dengan menggelar program undian Homebastis bagi penabung setia Tabungan Batara dan Tabungan Batara Prima,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN, usai melakukan penarikan undian tersebut di Jakarta, pekan lalu.

Menurut dia, BTN sangat serius memberikan perhatian bagaimana agar produk dan pelayanan kepada masyarakat itu dapat terus ditingkatkan. Promosi produk diperlukan sejalan dengan peningkatan atas kualitas produk tersebut agar masyarakat mendapatkan pelayanan lebih ketika menggunakan produk itu. “Kami telah menjadikan peningkatan pelayanan sebagai isu utama atas strategi bisnis perusahaan dalam tahun 2013. Harapannya jika pelayanan meningkat, penerapan GCG optimal, maka akan diperoleh percepatan bisnis yang berdampak juga pada efisiensi biaya. Itulah yang akan menjadi pilar dalam menjalankan bisnis BTN dalam tahun 2013,” terangnya.

Dia menyebut, Program Undian Homebastis ini merupakan apresiasi dan penghargaan dari BTN kepada masyarakat yang setia menggunakan produk Tabungan Batara dan Tabungan Batara Prima. Dalam program ini, imbuh Maryono, BTN telah menyiapkan undian grandprize berupa lima buah rumah mewah masing-masing senilai Rp1,5 miliar dengan lokasi di wilayah Jabodetabek dan Cibubur. Di samping itu juga disiapkan hadiah uang tunai dengan total senilai lebih dari Rp8 miliar.

Total hadiah yang telah disiapkan dalam undian Homebastis ini lebih dari Rp16 miliar. Hingga 31 Maret 2013, DPK BTN sebesar Rp87,087 Triliun atau meningkat 34,62% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp64,692 triliun. Aset dan kredit BTN pada posisi yang sama juga tumbuh masing-masing 31,60% untuk aset dan 28,62% untuk kredit serta pembiayaan.

Aset BTN 31 Maret 2013 sebesar Rp120,178 triliun dan 2012 sebesar Rp91,317 triliun. Sementara kredit dan pembiayaan BTN posisi yang sama Rp85,511 triliun dan 2012 sebesar Rp66,482 triliun. BTN akan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan dukungan 756 jaringan/outlet kantor BTN, yang terdiri dari 65 Kantor Cabang, 223 Kantor Cabang Pembantu, 415 Kantor Kas, 2.922 outlet Kantor Pos Online, 1.404 ATM (lebih dari 40 ribu ATM terkoneksi jaringan ATM Link, Bersama & Prima, ATM BTN Setoran Tunai (Cash Deposit Machine), ATM BTN Setoran Non Tunai, 13 Kantor Layanan BTN Prioritas, 10 mobil kas keliling, dan layanan perbankan iMobile. [kam]

BERITA TERKAIT

Danai Ekspansi Bisnis Protelindo - TOWR Raih Pinjaman MUFG US$ 508,58 Miliar

NERACA Jakarta- Dalam mendukung pengembangan bisnisnya, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) belum lama ini mendapatkan pinjaman dari MUFG Bank…

CLEO Siapkan Belanja Modal Rp 300 Miliar

NERACA Jakarta – Produsen air minum kemasan, PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menganggarkan belanja modal atau capex tahun ini sebesar…

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK

PT NKE Bayar Rp86,19 Miliar ke KPK NERACA Jakarta - PT Duta Graha Indah (DGI) yang telah berubah nama menjadi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Jalin Kerjasama dengan Kemendagri dan PPATK - Cegah dan Berantas Pencucian Uang

  NERACA   Jakarta - Guna mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang di Industri Jasa Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan…

Gubernur BI Rombak 18 Pejabat

    NERACA   Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Senin, melantik 18 pejabat baru BI, di antaranya…

BPR Diminta Konsolidasi Untuk Perkuat Modal

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta bank perkreditan rakyat (BPR) yang tidak bisa memenuhi syarat…