Jamsostek Pasok Sembako Murah untuk Peserta

Gandeng RNI dan Bukopin

Rabu, 01/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menggandeng PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Bank Bukopin Tbk untuk merealisasikan manfaat tambahan bagi peserta jaminan sosial tersebut. Nota kesepahaman kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismet Hasan Putro dan Direktur Utama PT Jamsostek, Elvyn G. Masassya di Jakarta, Selasa (30/4).

Menurut Elvyn, manfaat tambahan yang diberikan Jamsostek berupa food benefid, yakni penyediaan kebutuhan pokok kepada peserta jaminan sosial tenaga kerja. “Dengan kerja sama ini, RNI akan menyediakan kebutuhan pokok bagi peserta Jamsostek dengan harga murah,” jelasnya. Elvyn menambahkan kerja sama ini dalam rangka peningkatan dan pengembangan jamsostek, serta manfaat bagi peserta melalui jaringan distribusi atau toko yang akan dibentuk/ditunjuk sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Sebagai realisasi dari penandatanganan kerja sama itu dilakukan juga kerja sama antara Koperasi Karyawan Yamaha Motor, PT Jamsostek, PT RNI, dan Bank Bukopin. Kerja sama itu tentang pilot project penyediaan bahan pangan kepada anggota koperasi karyawan Yamaha Motor yang menjadi peserta aktif Jamsostek. Sementara itu, Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro mengungkap, semua kebutuhan sembako untuk peserta jamsostek dapat disediakan, apalagi sebelumnya ada program Jambu (Jamsostek-Bulog) yang bekerja sama dengan Bank Bukopin.

“Jadi, RNI yang akan memasok kebutuhan bahan pokok ke koperasi-koperasi karyawan peserta Jamsostek,” ujar Ismet. Dia menambahkan, RNI cuma bertindak sebagai ‘warung’ yang mengadakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula melalui Warung Rajawali. “Kami juga mulai mengembangkan gerai Rajawali Mart yang menyediakan berbagai produk kebutuhan. Tahun ini kami mentargetkan pembukaan 150 gerai, yang sudah ada 15 gerai,” terang Ismet. Saat ini, jumlah peserta aktif dari jamsostek hingga Maret 2013 mencapai 11,3 juta orang tenaga kerja dan 171.291 perusahaan. Sementara penambahan peserta baru pada kuartal I/2013 sebanyak 7.302 perusahaan dan 1,115 juta orang tenaga kerja. [kam]