Jamsostek Pasok Sembako Murah untuk Peserta - Gandeng RNI dan Bukopin

NERACA

Jakarta - PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) menggandeng PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) dan PT Bank Bukopin Tbk untuk merealisasikan manfaat tambahan bagi peserta jaminan sosial tersebut. Nota kesepahaman kerja sama itu ditandatangani oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Ismet Hasan Putro dan Direktur Utama PT Jamsostek, Elvyn G. Masassya di Jakarta, Selasa (30/4).

Menurut Elvyn, manfaat tambahan yang diberikan Jamsostek berupa food benefid, yakni penyediaan kebutuhan pokok kepada peserta jaminan sosial tenaga kerja. “Dengan kerja sama ini, RNI akan menyediakan kebutuhan pokok bagi peserta Jamsostek dengan harga murah,” jelasnya. Elvyn menambahkan kerja sama ini dalam rangka peningkatan dan pengembangan jamsostek, serta manfaat bagi peserta melalui jaringan distribusi atau toko yang akan dibentuk/ditunjuk sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Sebagai realisasi dari penandatanganan kerja sama itu dilakukan juga kerja sama antara Koperasi Karyawan Yamaha Motor, PT Jamsostek, PT RNI, dan Bank Bukopin. Kerja sama itu tentang pilot project penyediaan bahan pangan kepada anggota koperasi karyawan Yamaha Motor yang menjadi peserta aktif Jamsostek. Sementara itu, Direktur Utama RNI Ismet Hasan Putro mengungkap, semua kebutuhan sembako untuk peserta jamsostek dapat disediakan, apalagi sebelumnya ada program Jambu (Jamsostek-Bulog) yang bekerja sama dengan Bank Bukopin.

“Jadi, RNI yang akan memasok kebutuhan bahan pokok ke koperasi-koperasi karyawan peserta Jamsostek,” ujar Ismet. Dia menambahkan, RNI cuma bertindak sebagai ‘warung’ yang mengadakan kebutuhan pokok seperti beras, minyak dan gula melalui Warung Rajawali. “Kami juga mulai mengembangkan gerai Rajawali Mart yang menyediakan berbagai produk kebutuhan. Tahun ini kami mentargetkan pembukaan 150 gerai, yang sudah ada 15 gerai,” terang Ismet. Saat ini, jumlah peserta aktif dari jamsostek hingga Maret 2013 mencapai 11,3 juta orang tenaga kerja dan 171.291 perusahaan. Sementara penambahan peserta baru pada kuartal I/2013 sebanyak 7.302 perusahaan dan 1,115 juta orang tenaga kerja. [kam]

BERITA TERKAIT

Pemerintah Yakin Dana Amnesti Pajak Tidak Kembali ke Asing

    NERACA   Jakarta - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menyatakan hingga masa penahanan dana (holding period)…

Eksploitasi Air Tanah Sebabkan Penurunan Tanah Jakarta

    NERACA   Jakarta - Penurunan tanah (landsubsidence) di DKI Jakarta salah satu faktornya adalah disebabkan eksploitasi air tanah…

Internet Lambat Ikut Hambat Bisnis

    NERACA   Jakarta - Lembaga riset global Legatum Institute mengungkapkan bahwa koneksi internet yang lambat dan bandwidth jaringan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Haris Azhar Bakal Laporkan Majelis Hakim PT Jakarta ke KY dan Bawas - Diduga Tak Periksa Berkas Banding

      NERACA   Jakarta - Jaksa berprestasi Chuck Suryosumpeno tidak pernah lelah untuk menuntut keadilan hukum di Indonesia.…

ITDC Fokus Kembangkan The Mandalika - Katalisator Pembangunan Ekonomi NTB

    NERACA   Jakarta - PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), BUMN pengembang dan…

UMP 2020 Disebut Masih Mengacu PP 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyebutkan besaran upah minimum provinsi (UMP) untuk 2020 diperkirakan masih…