Optimalkan Aset, PTPP Kembangkan Bisnis Properti

Bangun Hotel di Surabaya

Rabu, 01/05/2013

NERACA

Jakarta – Bisnis PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP) tidak hanya sekedar konstruksi, namun mulai merambah sektor properti. Hal ini dilakukan selain untuk meningkatkan penjualan juga mengoptimalkan aset lahan perseroan yang tersebar di berbagai daerah.

Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan Tbk, Bambang Triwibowo mengatakan, tahun ini perseroan akan membangun hotel di Bali dan Lombok, “Pembangunan hotel lebih karena pemanfaatan lahan yang ada. Hal ini berkaca dari pengalaman pembangunan Park Hotel tahun lalu, jumlah tingkat huniannya cukup tajam,”katanya di Jakarta, Selasa (30/4).

Selain itu, perseroan tahun ini juga memproses izin pembangunan hotel di Surabaya dan ditargetkan tahun depan sudah mulai pembangunannya. Nantinya, selain hotel perseroan juga akan membangun 4 tower yang terdiri dari perkantoran dan apartemen diatas lahan seluas 3,4 hektar.

Disamping itu, perseroan juga akan membangun PP Square diatas lahan 3,7 hektar dan ditargetkan beroperasi tahun depan. Saat ini perseroan memiliki land bank sekitar 35 hektar di Surabaya dan 22 hektar di Jakarta.

Bagikan Dividen

Kata Bambang, hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) juga menyetujui pembagian dividen tahun buku 2012 sebesar Rp92,90 miliar atau Rp19 per lembar saham. Jumlah tersebut setara 30% dari laba bersih 2012 lalu sebesar Rp309,68 miliar, “Besarnya nilai dividen itu sudah disetujui oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) hari ini,”ujarnya.

Dia mengungkapkan, kalau dividen 2012 sendiri lebih tinggi 26,67% dibandingkan dengan realisasi dividen untuk tahun buku 2011 yang sebesar Rp15 per saham. Dividen tersebut akan dibagikan pada awal Juni 2013 mendatang.

Sebagai informasi, pada triwulan pertama, PTPP peroleh laba sebesar Rp42,50 miliar atau naik sebanyak 50,7% dibandingkan per Maret 2012 sebesar Rp28,20 miliar.Realisasi laba tersebut sudah mencapai sekitar 11,49% dibandingkan target laba tahun ini sebesar Rp370 miliar.

Adapun penjualan selama tiga bulan pertama tahun ini tercatat sebesar Rp1,28 triliun melesat 79,3% dibandingkan periode yang sama 2012 sebesar Rp714,80 miliar. Realisasi penjualan pada triwulan pertama tersebut mencapai 12,55% dari target pendapatan 2013 sebesar Rp10,20 triliun.

Belanja Modal

Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 468 miliar. Dimana sumber pendanaan dari internal dan sisa dana hasil IPO. Disebutkan, sekitar Rp 49 miliar untuk proyek power plant, infrastruktur sebesar Rp 95 miliar, Rp 70 miliar untuk properti, Rp 30 miliar untuk bangun pabrik beton atau Precast, Rp 100 miliar untuk hotel dan Rp 110 miliar untuk gedung lainnya.

Menurut Sekretaris perusahaan PTPP, Betty Ariana, investasi pembangunan pabrik beton di Bojonegoro sekitar Rp 70 miliar. Nantinya, perseroan menargetkan kapasitas produksi sebesar 1000 ton perhari dan tahun 2014 ditargetkan tumbuh 20%. Kemudian untuk proyek luar negeri di Timor Leste, lanjutnya, perseroan mencatatkan sebesar Rp 285 miliar. (bani)