Tingkatkan Kredit Mikro, Mutiara Bangun "Kios Mikro"

Rabu, 01/05/2013

NERACA

Jakarta - PT Bank Mutiara Tbk meresmikan operasional dua “Kios Mikro” yang tujuannya meningkatkan penyaluran kredit dengan segmen mikro. Kedua “Kios Mikro” ini berlokasi di Kantor Cabang Jakarta Fatmawati, Jakarta Selatan dan Kantor Cabang Bekasi, Jawa Barat. Direktur Utama Bank Mutiara, Sukoriyanto Saputro,mengungkapkan hal ini sejalan dengan strategi bisnis perseroan yang fokus mengelola dan meningkatkan penyaluran kredit ke sektor usaha, kecil dan menengah (UKM). “Kami juga mengutamakan kenyamanan dan meningkatkan pelayanan nasabah,” ujar dia di Jakarta, Selasa (30/4). Sukoriyanto mengatakan, sebagai pilot project, perseroan akan menambah jumlah “Kios Mikro” di beberapa daerah seperti Bogor, Serpong dan Tangerang. Target tahun ini, Bank Mutiara akan mengoperasikan 50 “Kios Mikro” di seluruh Indonesia. Selain itu, segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki potensi usaha yang sangat besar.

Saat ini, di Indonesia terdapat 55,2 juta pelaku UMKM, yang berkontribusi sebesar 55,7% terhadap produk domestik bruto (PDB). Namun sayangnya, sekitar 70% atau 39 juta pelaku UMKM belum mendapat layanan perbankan. Dia menambahkan, masuknya Bank Mutiara ke segmen mikro ini sebagai komitmen perseroan dalam mendukung program financial inclusion yang telah dicanangkan Pemerintah. Selain itu, lanjut dia, sejalan dengan ketentuan Bank Indonesia (BI) yang meminta industri perbankan Indonesia mengalokasikan kredit UMKM minimal 20% dari total kredit dan dilakukan secara bertahap hingga 2018 mendatang.

“Dalam ekspansi ini, Bank Mutiara akan berhati-hati jangan sampai ongkos terlalu mahal. Kami juga menyiapkan infrastruktur dan SDM yang siap dengan konsep mikro,” ungkap Sukoriyanto. Target rasio net interest margin (NIM) Bank Mutiara di 2013 mencapai 3,5%-4% dengan mengembangkan bisnis mikro. Sementara NIM pada tahun lalu berada pada level 2,5%, kemudian naik menjadi 3,13% pada kuartal I/2013. Oleh karena itu, lanjut Sukoriyanto, bisnis mikro akan membuat NIM Bank Mutiara semakin bertumbuh tahun ini. Untuk target kredit mikro, Sukoriyanto menjelaskan, target pengembangan kredit sebesar Rp45 miliar. Dengan besaran maksimal satu unit sebesar Rp100 juta untuk jangka waktu tiga tahun.

"Kami tidak membuat target terlalu agresif, karena waktu yang tersisa tinggal tujuh bulan hingga akhir tahun. Ke depan, targetnya akan terus tumbuh sehingga NIM berpeluang naik lagi," imbuhnya. Sukoriyanto mengaku optimistis, penyaluran kredit Bank Mutiara tahun ini mencapai Rp12,9 triliun, tumbuh sekitar 16,41% dari akhir 2012 yang hanya Rp 11,1 triliun (unaudited). Untuk dana pihak ketiga (DPK), Bank Mutiara menargetkan Rp14,76 triliun atau tumbuh 9,6% dari akhir 2012 sebesar Rp13,46 triliun. Total aset perseroan akhir 2013 diperkirakan mencapai Rp16,81 triliun, tumbuh sekitar 10,3% dari 2012 sebesar Rp15,24 triliun. [sylke]