Stok Sapi Lokal Tetap Aman

NERACA

Bandung - Larangan impor sapi dari pemerintah Australia ke Indonesia, tidak berdampak buruk. Di Jabar, stok sapi masih aman sampai sebulan pasca lebaran. Hal demikian, diungkapkan Kadis Perindag Jabar, Ferry Sofwan Arif dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Sate (20/6).

Menurut Ferry, menyikapi adanya larangan impor sapi dari Australia ke Indonesia, Disperindag Jabar terus berkoordinasi dengan pihak Disnak Jabar. Dari hasil koordinasi tersebut, stok sapi lokal tetap mencukupi.

Bahkan, kondisi tersebut berdampak positif yaitu terjadinya peningkatan daging sapi lokal, yang tak hanya didatangkan dari dalam Jabar saja. Untuk sapi lokal bisa saja didatangkan dari beberapa Provinsi antara lain Jateng dan NTB.

Harga kendati ada kenaikan masih dalam batas wajar. sejak adanya larangan impor sapi dari Australia ke Indonesia, harga daging sapi yang semula berkisar Rp.58.000,- sampai Rp.63.000,- per Kg, kenaikan hanya berkisar 5% sampai 10%.

Kenaikan harga, biasanya akan terjadi ketika menjelang Munggah dan Hari Raya Idul Fitri. Kenaikan dinilai wajar jika berkisar antara 5% sampai 10%. Kenaikan harga dalam situasi tersebut, disebabkan naiknya permintaan masyarakat.

Ferry, menambahkan banyak solusi untuk mengatasi dampak buruk akibat larangan impor tersebut, salah satunya melalui diversifikasi daging. Daging sapi bisa diganti dengan daging ayam, apalagi di Jabar daging ayam banyak dihasilkan di wilayah Priangan Timur, bahkan dari daerah tersebut, ayam bisa didistribusikan sampai ke Provinsi lain yaitu DKI Jakarta.

Related posts