Semen Indonesia Bagi Dividen Rp2,18 Triliun

NERACA

Jakarta- PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) akan membagikan dividen senilai Rp2,18 triliun atau 45% dari laba bersih tahun 2012 sebesar Rp4,85 triliun. Nilai tersebut setara dengan Rp368 per lembar saham. “Tahun lalu dividennya sebesar Rp331 per lembar saham, atau naik 11%. Pembagian dividen ini menjadi bukti nyata komitmen perseroan untuk terus memberi manfaat yang optimal kepada pemegang saham,” kata Direktur Utama SMGR, Dwi Soetjipto Dwi di Jakarta, Selasa (30/4).

Menurutnya, selain pembagian dividen, para pemegang saham juga menyetujui penggunaan dan sebesar Rp2,67 triliun untuk cadangan pengembangan usaha perseroan. Pada 2012 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp4,85 triliu atau meningkat 23,5% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp3,93 triliun.

Kenaikan yang terjadi pada volume penjualan semen pada kuartal pertama 2013, atau menjadi 6 juta ton dari periode sama tahun sebelumnya 4,8 juta ton, lanjut dia, telah mendorong kinerja perseroan pada kuartal tahun ini. Kenaikan volume penjualan tersebut didukung ketersediaan tambahan kapasitas dari pabrik baru di Tuban IV dan Tonasa V. Pabrik Tuban IV dan Tonasa V masing-masing memiliki kapasitas sekitar 3 juta ton.

Untuk mendukung kinerja perseroan di Thanglong, Vietnam, SMGR telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan anak perusahaannya, Thang Long Cement Joint Stock Company (TLCC). Adapun pinjaman yang diberikan maksimal sebesar US$41 juta, di mana pinjaman itu akan digunakan sebagai tambahan modal kerja dan tujuan lainnya sesuai dengan perjanjian. Disebutkan, tingkat suku bunga pinjaman LIBOR+ 4,5% per tahun. Adapun jatuh tempo pinjaman selama 12 bulan sejak tanggal penandatanganan Shareholder Loan Agreement.

Ekspansi Ke Vietnam

Dwi mengatakan, pada semester pertama tahun ini yang menjadi salah satu fokus bisnis perseroan, yaitu pengembangan usaha di Vietnam, di mana pembangunan pabrik akan dilakukan pada tahun 2014. Kapasitas produksi yang ditargetkan yaitu sekitar satu juta ton dengan nilai investasi US$200 juta. Pihaknya mengatakan telah ada beberapa mitra yang bersedia untuk bekerja sama dalam pengembangan usaha perseroan di negara tersebut. “Semester pertama kami fokus di Vietnam dan mengintegrasikannya dengan Semen Indonesia. Semester kedua baru kita bicara lebih serius, saat ini ada beberapa partner.” jelasnya.

Selain Vietnam, perseroan juga berencana untuk berekspansi di Papua, di mana saat ini sedang dalam tahap pengkajian dan pembuatan rencana bisnis. Adapun kapasitas yang ditargetkan, yaitu sekitar 600 ribu ton dengan nilai investasi US$ 120 juta, dan ditargetkan pembangunannya paling lambat pada 2015. “Lokasinya saat ini sedang disurvei, di sekitar Sorong. Yang harus diselesaikan antara lain masalah status tanah, perizinan dan lain-lain. Kita butuh luas lahan 500 hektar,” jelasnya.

Untuk mendukung kinerjanya ke depan, perseroan juga sedang membangun pabrik pengemasan (packing plant) di lima wilayah Indonesia, yaitu Kendari, Kalimantan Barat, Banjarmasin, Pontianak, dan Lampung. Masing-masing pabrik tersebut ditaksir menelan dana sekitar Rp120 miliar dengan kapasitas berkisar 300-500 ribu ton. Selanjutnya, perseroan juga akan menyelesaikan dua pabrik di Padang di Rembang dan kemudian akan melakukan pengembangan usaha di Myanmar dan Kamboja.(lia)

BERITA TERKAIT

Ketua Mahkamah Konstitusi - 2019 Jadi Tahun Pertaruhan Bagi MK

Anwar Usman Ketua Mahkamah Konstitusi 2019 Jadi Tahun Pertaruhan Bagi MK NERACA Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman…

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Dana Investor Lokal Capai Rp 386 Triliun

PT Bura Efek Indonesia (BEI) mencatat, dana investor lokal di pasar modal di semester I tahun 2018 mencapai Rp386 triliun…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Puncak BUMN Hadir Untuk Negeri - 5000 Peserta Ikuti BTN Funwalk di Bengkulu

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar kegiatan jalan  santai atau funwalk di kota Bengkulu. Kegiatan ini merupakan rentetan kegiatan…

Intiland Bukukan Pendapatan Usaha Rp 1,8 Triliun

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Intiland Development Tbk (DILD) berhasil membukukan pendapatan usaha di semester pertama 2018 sebesar Rp1,8…

Adi Sarana Armada Beli 2.900 Armada Baru

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) terus melakukan peremajaan armada. Dimana…