Kembali Cetak Rekor, Penguatan IHSG Berlanjut

Rabu, 01/05/2013

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi beli investor membawa sentimen positif terhadap pergerakan indeks Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ditutup menguat. Bahkan indek harga saham gabungan (IHSG) kembali berada di level 5.000.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, menguat indeks BEI dipengaruhi hasil kinerja emiten di kuartal pertama tahun ini, “IHSG BEI ditutup menguat didorong oleh hasil kinerja emiten kuartal 1 2013,"ujarnya di Jakarta, Selasa (30/4).

Dia menambahkan, pergerakan IHSG BEI juga dipengaruhi oleh sentiment positif dari bursa AS yakni S&P500 yang berhasil mencetak rekor baru seiring dengan data penjualan rumah dan juga keyakinan bahwa the Fed akan terus melakukan stimulus hingga pengangguran di AS membaik.

Dia mengatakan, the Fed akan menggelar pertemuan FOMC, diperkirakan the Fed akan memperbaharui komitmen pembelian surat utangnya seiring dengan belum stabilnya indikator dan tren pertumbuhan ekonomi AS.

Sementara analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan, kenaikan bursa saham kawasan Asia mendorong IHSG BEI kembali menguat meski masih dibayangi aksi ambil untung oleh beberapa pelaku pasar saham, “Secara teknikal indeks BEI keluar dari formasi mendatar di 4.940-5.026 poin, walaupun masih dibayangi 'profit taking,”jelasnya.

Karena itu, dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diakumulasi investor di antaranya Matahari Putra Prima (MPPA), Bank Bukopin (BBKP), Surya Semesta internusa (SSIA), Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Sebagai informasi, mengakhiri perdagangan Selasa kemarin, indeks BEI ditutup menguat 34,319 poin (0,69%) ke level 5.034,071. Sementara Indeks LQ45 melonjak 8,685 poin (1,02%) ke level 857,120.

Aksi borong jelang penutupan mendorong indeks menembus posisi intraday dan penutupan tertinggi sepanjang masa. Saham-saham konsumer punya andil besar dalam penguatan kemarin. Rekor intraday IHSG sebelumnya ada di 5.026,919 diraihnya pada perdagangan Senin 22 April 2013. Sementara rekor tertingginya ada di 5.012,638 setelah naik 13,985 poin (0,28%) pada Kamis 18 April 2013.

Tercatat pada perdagangan kemarin berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 158.833 kali pada volume 6,249 miliar lembar saham senilai Rp 7,835 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 93 saham stagnan.

Turunnya pengangguran Jepang ke level terendah dalam empat tahun yaitu 4,1% memberi sentimen positif untuk pergerakan bursa-bursa di Asia. Bursa saham China ditutup menyambut libur nasional.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 3.250 ke Rp 26.250, Indocement (INTP) naik Rp 900 ke Rp 26.400, Jakarta International (JIHD) naik Rp 400 ke Rp 2.425, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 6.850.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 1.250 ke Rp 15.000, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 600 ke Rp 5.900, Hexindo (HEXA) turun Rp 300 ke Rp 4.850, dan Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 275 ke Rp 3.150.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 14,119 poin (0,28%) ke level 4.985,633. Sementara Indeks LQ45 turun 2,27 poin (0,27%) ke level 846,165. Pelaku pasar khawatir naiknya harga BBM subsidi bisa mendorong inflasi serta beban operasional emiten. Tingginya beban ini ujung-ujungnya berpengaruh terhadap laba perusahaan terbuka.

Aksi jual pun muncul setelah SBY berencana mengumumkan kenaikan BBM Subsidi di acara Musrenbangnas kemarin. Saham-saham berbasis komoditas terkena koreksi cukup dalam. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 86.345 kali pada volume 2,596 miliar lembar saham senilai Rp 3,273 triliun. Sebanyak 64 saham naik, sisanya 153 saham turun, dan 112 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 550 ke Rp 26.050, Jakarta International (JIHD) naik Rp 375 ke Rp 2.400, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 350 ke Rp 6.850, dan Telkom (TLKM) naik Rp 300 ke Rp 11.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Supreme Cable (SCCO) turun Rp 300 ke Rp 6.200, Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 300 ke Rp 3.125, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 49.050, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 36.350.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 0,84 poin atau 0,02% ke posisi 5.000,59. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,05 poin (0,12 persen) ke level 849,48, “Musrenbangnas yang di adakan Bappenas diharapkan memberikan sentimen positif tambahan terhadap pergerakan indeks BEI," kata analis Sinarmas, Tessa Mulia.

Dia menambahkan, pada perdagangan kemarin secara teknikal indeks BEI akan bergerak dengan kecenderungan menguat di kisaran 4.974-5.015 poin. Sedangkan analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung menambahkan, indeks BEI dibuka menguat searah dengan mayoritas bursa Asia dan memfaktorkan sentimen positif dari penguatan bursa global kemarin.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Selasa dibuka menguat 201,08 poin (0,89%) ke level 22.781,85, indeks Nikkei-225 turun 61,33 poin (0,44%) ke level 13.822,80, Straits Times menguat 9,75 poin (0,29%) ke posisi 3.371,67. (bani)