Pendidikan Keuangan Diharapkan Masuk Kurikulum

Kecerdasan keuangan (financial) merupakan keterampilan yang harus dimiliki anak-anak masyarakat modern. Pasalnya, seiring dengan pertumbuhan dunia yang kian kompleks, anak-anak memerlukan keahlian dan pemahaman tentang keuangan yang akan mereka implementasikan di masa depan. Dengan begitu ketika para remaja ini tumbuh dewasa, mereka akan mampu membuat keputusan keuangan dengan baik.

Berdasarkan Laporan 2013 The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), Menteri Keuangan dari beberapa negara pada tahun 2012 dalam pertemuan tingkat Menteri APEC mengadopsi sebuah pernyataan kebijakan yang mengakui pentingnya pendidikan keuangan di sekolah. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman dasar dan penting mengenai topik-topik keuangan seperti menabung, belanja, investasi dan perencanaan keuangan.

Ya, pendidikan finansial perlu diberikan sedini mungkin guna membangun generasi muda yang sadar keuangan, sehingga mereka dapat lebih selektif dan cermat dalam melakukan pengaturan keuangan dalam menyongsong masa depan. Sayangnya pendidikan keuangan masih belum menjadi bagian dari kurikulum di Sekolah Dasar, padahal pembekalan pemahaman keuangan sejak dini akan sangat bermanfaat di masa depan.

Seperti yang diungkapkan oleh Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono. Menurut dia, pendidikan mengenai sektor keuangan untuk masyarakat sudah harus mulai diajarkan semenjak dini. Untuk itu, sambung dia, OJK akan bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang akan dituang dalam suatu bentuk Memorandum of Understanding (MoU) untuk merealisasikannya.

“Ke depan pendidikan mengenai sektor keuangan akan masuk dalam kurikulum semenjak sekolah dasar,\\\" ujar dia.

Selain dengan Kemendikbud, lanjutnya, OJK juga akan bekerjasama dengan beberapa universitas nasional seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Muhamaddiyah Malang (UMM). Persiapan MoU ini telah dilakukan dan diharapkan dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Studi menunjukkan melalui pendidikan keuangan yang berkualitas dapat membuat siswa lebih termotivasi untuk mempersiapkan sejak dini, kehidupan masa depan yang terencana. Pengaplikasian ilmu keuangan yang teradaptasi dengan kurikulum tempat siswa belajar memberikan kesempatan bagi siswa mengenal pembelajaran pengelolaan keuangan di kehidupan nyata.

Selain itu, pendidikan keuangan juga dapat membantu orang-orang muda untuk memahami masalah-masalah keuangan. Tentunya inimenjadi hal yang sangat penting, dimana generasi muda sering dihadapkan dengan produk dan jasa keuangan yang cenderung semakin kompleks. Mereka juga cenderung harus menanggung lebih banyak risiko keuangan di masa dewasa daripada orangtua mereka, terutama dalam tabungan, perencanaan pensiun dan menutupi kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Sebelumnya, OJK telah melakukan kajian mengenai bentuk edukasi yang pas diterapkan di masing-masing kelompok pendidikan. Selain edukasi mengenai tata kelola keuangan (financial planner), OJK juga akan memiliki program pelatihan kewirausahaan di bawah bidang edukasi.

BERITA TERKAIT

Saham Indah Prakasa Masuk Pengawasan BEI

Lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajaran atau unusual market activity (UMA), pergerakan harga saham PT Indah Prakasa Sentosa…

Tersangkut Kasus Hukum - Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa

Tersangkut Kasus Hukum Sinemart Tidak Bisa Masuk Bursa NERACA Jakarta - Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah menolak perlawanan yang dilakukan…

OJK Rancang Inovasi Keuangan Digital

    NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana mengeluarkan peraturan mengenai inovasi keuangan digital sebagai payung hukum…

BERITA LAINNYA DI PENDIDIKAN

Kampus Asing Boleh Beroperasi, Tapi Penuhi Syaratnya Dulu

      Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir mengemukakan syarat wajib bagi perguruan tinggi asing (PTA)…

UPN Veteran Jakarta Siapkan Tanah 30 Ha Di Bogor

  Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta tengah menyiapkan tanah dengan luas 30 hektar yang berada di Tanjungsari, Bogor, Jawa…

Hambatan dalam Implementasi Pendidikan Karakter

    Mungkinkah kita berhasil mengimplementasikan pendidikan karakter di sekolah umum binaan pemerintah dewasa ini? Jawaban saya: mungkin bisa, tapi…