Lestarikan Kebudayaan Agar Tidak Punah

CSR Seni Budaya

Sabtu, 04/05/2013

Melalui program CSR, perusahaan-perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN turut berkontribusi dalam melestarikan seni dan budaya Indonesia.

NERACA

Sebagai Negeri yang besar, Indonesia menyimpan kekayaan seni dan budaya yang melimpah. Telah banyak berbagai seni dan budaya yang menjadikan bangsa ini memiliki kekayaan atribut serta kepribadian istimewa dimuka dunia. Ini semua tercipta dari sebuah daya kreatifitas tinggi yang dimiliki oleh nenek moyang bangsa Indonesia hingga generasi muda sekarang.

Jika kita berbicara masalah seni dan budaya yang dimiliki Indonesia pasti tidak akan pernah ada habisnya. Mengingat begitu banyaknya seni maupun budaya yang terbentang dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai macam suku bangsa yang semuanya terangkum menjadi satu yaitu sebuah ragam seni budaya yang ber-Bineka Tunggal Ika, berbalutkan adat ketimuran dan berazaskan Pancasila.

Seperti yang pernah diungkapkan oleh Ibu Negara, Ani Yudhoyono. Menurut dia keragaman seni budaya tersebut menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa yang kreatif dan berseni tinggi. Jadi tidak mustahil jika banyak seni dan budaya yang dimiliki bangsa Indonesia ini selalu dilirik oleh bangsa lain.

Ya, seperti diketahui, ketertarikan negara lain akan seni dan budaya yang dimiliki oleh Indonesia dapat dilihat dari banyaknya para wisatawan asing yang merasa bangga dan kagum saat berkunjung dibumi pertiwi Indonesia. Banyak diantara mereka menceritakan pada rekan-rekan sejawatnya di negara asalnya akan pesona cakrawala bumi Indonesia.

Betapa tingginya nilai ragam seni budaya negeri tercinta ini. Seni dan budaya warisan leluhur dan bukan hasil pemberian negara lain. Aset berharga bagi keharuman nama bangsa. Untuk memastikan kekayaan yang beragam ini tetap lestari, melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan-perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN saling berlomba untuk turut berkontribusi dalam menggalangkan rasa cinta dan menjaga agar seni budaya Indonesia tidak punah di telan masa.

Seperti yang dilakukan oleh Danone Aqua misalnya. dalam program terbaru-nya, “Temukan Indonesiamu”, Danone Aqua mengajak generasi muda untuk mengeksplorasi kekayaan Negeri yang menginspirasi Anak Bangsa. Program ini dimaksudkan untuk membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap Tanah Air.

Disini generasi muda berkesempatan untuk mengeksplorasi kembali kekayaan Indonesia melalui teknologi digital dan sekaligus mengekspresikan kecintaan mereka terhadap seni, khususnya fotografi dan desain grafis. Peserta dengan karya desain grafis terbaik yang dipilih oleh para juri, akan berkesempatan untuk mendesain label botol Aqua edisi khusus selanjutnya.

Sedangkan untuk karya foto terbaik akan ditampilkan sebagai desain billboard edisi Temukan Indonesia. Sebagai puncak program Temukan Indonesia, Danone Aqua akan melelang 40 karya seni dari seniman Indonesia dan keseluruhan dari hasil pelelangan tersebut akan disumbangkan ke Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI).

Perusahaan lainnya yang mendukung perkembangan seni dan budaya tanah air adalah PT Bank Central Asia Tbk (BCA). melalui kegiatan CSR-nya, beberawapa waktu lalu BCA merilis program “BCA untuk Wayang Indonesia”. Bekerja sama dengan Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia), BCA mengemas suatu tayangan edukasi berseri berjudul World of Wayang (WOW) yang mengupas kebudayaan Wayang di Indonesia.

Tayangan ini merupakan salah satu sarana untuk mengenalkan kembali wayang yang belakangan ini semakin mengalami kemunduran baik dari sisi dalang, pengetahuan masyarakat maupun kuantitas pementasannya sehingga ada kekhawatiran putusnya usaha transformasi budaya dari generasi masa lalu ke generasi masa depan.

Padahal Wayang adalah salah satu seni budaya Indonesia yang paling populer di Indonesia bila dibanding karya seni budaya lainnya. Dalam perkembangannya, wayang banyak digunakan sebagai sarana sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sehingga wayang bisa menjadi media penerangan, dakwah, pendidikan, hiburan dan kritik sosial dengan nilai filosofi tinggi. Kesenian wayang terus berkembang dari masa ke masa.

Tak mau kalah dengan swasta, akhir Januari lalu, PT PLN (Persero) Distribusi Jatim memberikan kontribusinya dalam melestarikan seni budaya Indonesia dengan melakukan pembinaan terhadap kesenian asli Jawa Timur. Dengan mengucurkan dana CSR sebesar Rp. 200 juta, rencananya PLN secara bertahap untuk menghidupkan kembali kesenian Ludruk di Jawa timur.

Selain bantuan dana, PLN juga akan melakukan pendampingan manajemen agar lebih baik lagi. Kelompok kesenian Ludruk yang dipilih untuk menerima dana bantuan yaitu Ludruk Karya Budaya Mojokerto. Kelompok Ludruk ini, dianggap bisa memberi inspirasi bagi kelompok Ludruk lainnya.

Bantuan sosial yang diberikan PLN terhadap seni budaya tradisional Ludruk ini merupakan kali kedua. Sebelumnya tahun 2012 dana CSR sebesar Rp 150 juta dikucurkan secara bertahap untuk pembinaan terhadap kesenian Reog Ponorogo Singo Mangkujoyo Jl Gubeng Kertajaya V. Dengan dilakukannya pembinaan tersebut, kini Reog Ponorogo Singo Mangkujoyo sudah melalang buana tampil diberbagai event. Diharapkan kelompok kesenian Ludruk ini, bisa meniru keberhasilan tersebut.