Ciptakan Konsultan Perencanaan Keuangan Andal

Pendidikan Perencana Keuangan

Sabtu, 04/05/2013

Di era perekonomian yang sedang tumbuh seperti saat ini, pekerjaan konsultan perencana keuangan adalah profesi yang menjanjikan di masa depan.

NERACA

Kebutuhan akan praktisi dalam bidang keuangan terus meningkat. Meski meriang ekonomi dunia belum juga reda, negeri ini boleh sedikit lega. Sebab, sejumlah indikator perekonomian dalam negeri masih menunjukkan stamina yang optimal. Maka dari itu, terjun ke dunia industri keuangan adalah pilihan terbaik.

Mengapa? Karena tiap tahunnya penghasilan orang Indonesia meningkat. Mengutip data dari PBB, Praktisi perencana keuangan, Safir Senduk menuturkan, seetiap tahun penghasilan orang Indonesia meningkat. Sekitar tahun 1980 penghasilan orang Indonesia setiap bulan rata-rata US$100 (kurs 1 US$ = Rp2.500 maka per bulan Rp250.000) dengan asumsi semua orang bekerja. Jika asumsinya semua orang tidak bekerja, dimana 1 orang menanggung 2 orang yang tidak bekerja, maka 1 pekerja itu mendapatkan penghasilan sebesar US$300 per bulan (Rp750.000 per bulan).

Di tahun 1990, sambung Safir, jumlah tersebut meningkat. Dengan per tumbuh sekitar 60 %, pendapatan per bulan rata-rata orang Indonesia adalah US$ 160. Tahun 2000 menjadi US$ 200 per bulan, Tahun 2010 menjadi US$ 300 per bulan, dan diperkirakan penghasilan orang Indonesia di tahun 2020 adalah sekitar US$ 500 per bulan.

“Jadi secara GDP penghasilan masyarakat Indonesia meningkat. Jika bicara penghasilan yang meningkat, maka prospek industri keuangan juga semakin baik,” ujar dia.

Lebih lanjut Safir mengatakan, dari sekian banyak profesi-profesi di bidang keuangan yang dapat dijadikan karir seperti bankir, agen asuransi, dan lain-lain, perencana keuangan merupakan pilihan karir yang cukup berpotensi. Pasalnya, karir yang terbilang masih \"baby\" di Indonesia ini adalah profesi yang cukup bergengsi, bisa membuka lapangan kerja secara luas, dan berpenghasilan tinggi.

“Dewasa ini orang semakin menyadari bahwa perencanaan sangat diperlukan. Dengan banyaknya orang yang membutuhkan konsultan perencana keuangan maka kesempatan untuk menjadi konsultan perencana keuangan sangat terbuka lebar. Ditambah lagi karir ini masih terbilang “baby” di Indonesia,” ungkap pria yang gemar menulis dan membaca ini.

Seperti diketahui, dalam industri keuangan, perencana keuangan berfungsi memanajemen keuangan yang menyangkut kegiatan perencanaan, analisis dan pengendalian kegiatan keuangan perusahaan. Seperti kegiatan menemukan, menganalisis serta memutuskan sumber dana mana yang akan dipilih dan diambil serta berapa jumlahnya. Melalui pelaksanaan fungsi ini akan terbentuk struktur finansial dan struktur modal.

Selain itu, perencana keuangan juga berfungsi untuk merencanakan, menganalisis serta memutuskan aktiva apa yang akan dibiayai dan berapa jumlahnya sehingga dapat memberikan peningkatan keuntungan sekaligus meningkatkan nilai perusahaan. Melalui pelaksanaan fungsi ini akan diperoleh struktur kekayaan (aktiva).

“Fungsi perencana keuangan adalah untuk mengakomodir atau menjadi koordinator bagi industri keuangan. Setelah menjadi koordinator, perencana keuangan memberikan saran pada kliennya bagaiamana caranya memanajemen uang. Ibarat pengacara, hanya saja dalam bidang keuangan,” kata Safir.

Tentunya para praktisi perencana keuangan harus memiliki keahlian untuk merancang keuangan yang dapat bertahan dan berkembang dalam kompetisi global. Oleh karena itu, pendidikan mutlak diperlukan. Selain memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai karir di bidang perencana keuangan, pendidikan juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional, terampil dan berpengalaman dalam bidang perencana keuangan di Indonesia.

Di Indonesia, sekolah perencana keuangan diselenggarakan oleh dua organisasi profesi, yaitu Financial Planning Association Indonesia (FPAI) dan International Association Registered Financial Consultant (IARFC). Sekolah perencana keuangan Versi FPAI diselenggarakan di Universitas Bina Nusantara (Diploma Financial Planning), STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) dan MM Unair. Bagi yang dapat menyelesaikan keseluruhan modul disekolah-sekolah tersebut, FPAI memberikan gelar Registered Financial Planner - Indonesia (RFP-I).

Sedangkan IARFC memberikan gelar RFA bagi yang telah menjadi anggota IARFC dan akan memberikan gelar RFC bagi yang telah memiliki pengalaman menjadi perencana keuangan selama 2 tahun. Sekolah perencana keuangan versi IARFC diadakan di Universitar Kristen Petra, Surabaya.

Sekolah-sekolah perencana keuangan ini mempersyarakatan minimal lulus D3 atau S1 dari segala bidang keilmuan. Background dari jurusan lainnya termasuk teknik pun tidak menjadi masalah karena siapa saja dapat belajar.

Disisi lain, Safir mengingatkan kepada yang ingin terjun sebagai perencana keuangan agar tidak hanya belajar tentang keuangan saja, tetapi juga bidang-bidang yang lain. Dengan begitu, ilmu yang diperoleh dapat menopang karir perencana keuangan itu sendiri.

“Pelajari bidang-bidang lain, seperti menghadiri seminar-seminar, dan jangan lupa belajar bagaimana caranya mempromosikan. Banyak baca. Semua ini bisa diperoleh melalui artikel-artikel di internet, buku, dan lain-lain,” tutup dia.

Topik Terkait

karir perencana keuangan