MNC Targetkan Pendapatan Tumbuh 22% - Ditopang Iklan Dan Drama

NERACA

Jakarta – Sepanjang tahun 2012, PT Media Nusantara Citra Tbk (MNC) memiliki kinerja yang memuaskan dibandingkan tahun lalu dengan pencapaian iklan sebanyak 40%, “Kinerja sangat bagus dibandingkan tahun lalu, sangat memuaskan, iklan mencapai 40% dan audience juga tinggi. Drama menghasilkan iklan terbesar dan market share mencapai sebesar, 61%,”kata Direktur Utama MNC Group, Harry Tanoesoedibjo di Jakarta, Senin (29/4).

Berkah tumbuhnya pendapatan, tahun ini perseroan optimis target pertumbuhan pendapatan sebesar 22% dapat terealisasi. Terlebih, kuartal pertama tahun ini perseroan mencatatkan kinerja keuangan yang positif. Tercatat, tingginya audience share dari ketiga anak perseroan, RCTI, MNC TV dan Global TV mencapai 42% telah memicu kenaikan pada pendapatan iklan disepanjang kuartal pertama 2013.

Tahun ini, kata Harry Tanoe, MNC Grup belum ada rencana kongkrit melakukan akusisi melainkan tetap mengembangkan tiga stasiun televisi nasional dan satu stasiun televisi lokal. Kendatipun demikian, tidak menafikan bila ada yang berminat akuisisi dan harganya bagus akan dilanjutkan untuk proses akuisisi, “Ekspansi saat ini lebih difokuskan pada pengembangan infrastruktur studio yang bertujuan memperbesar kapasitas studio,”ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Direktur Keuangam MNC Grup, Jarod Suwahjo, pembangunan gedung di Kebon Sirih bertujuan untuk News Center bagi 4 televisi yaitu RCTI, MNC, Global TV dan Sindo TV, “Secara struktur, pembangunan di Kebon Sirih untuk 4 televisi, dananya Rp 300 miliar yang didapat dari bank lokal BTN dan akan digunakan setengah di tahun ini dan setengahnya lagi tahun depan,”ujarnya.

Sementara pembangunan yang studio di Kebon Jeruk dananya didapat dari 3 televisi, yaitu RCTI, MNC, dan Global karena itu akan digunakan secara bersama. Soal belanja modal, dirinya mengungkapkan sekitar US$ 25 juta.

Sebagai informasi, tahun 2013 ini perseroan memperkirakan pertumbuhan akan meningkat sinergis dengan laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) di kisaran 42%-43%. Laba bersih perseroan di 2012 sebesar Rp1,61 triliun dengan EBITDA sebesar Rp2,36 triliun. Tercatat pendapatan iklan di tahun lalu cukup baik dengan pertumbuhannya sebesar 21% dari tahun sebelumnya atau melebihi pasar sebesar 16%.

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) disetujui pembagian dividen sebesar 47,7% atau sebesar Rp768 miliar dari laba bersih tahun buku 2012 sebesar Rp1,61 triliun. Adapun pembagian deviden tunai tersebut sebesar Rp55 per lembar saham.

Disebutkan, dividen yang akan dibagikan sebesar Rp35 perlembar saham dinilai lebih besar dibandingkan dividen tahun lalu sebesar Rp 35 perlembar saham. Selain itu dalam RUPST tersebut juga mengagendakan pengangkatan dewan komisaris perseroan dan susunan direksi perseroan. (nurul)

BERITA TERKAIT

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Kredit Bank DKI Tumbuh 27,9%

      NERACA   Jakarta – Sepanjang 2018, Bank DKI mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 27,95 dari semula sebesar Rp27,1…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…