BTN Incar DPK e’Batara-Pos Rp10,8 Triliun

NERACA

Bandung - PT Bank Tabungan Negara Tbk menargetkan dana pihak ketiga (DPK) tabungan e’Batara-Pos sebesar Rp10,35-10,8 triliun hingga akhir 2013. Jumlah tersebut meningkat 15%-20% dari posisi tahun lalu yang mencapai Rp9 triliun. “Kami optimistis dengan berbagai program yang digelar, DPK dari Batara-Pos tahun ini bisa naik 15%-20%,” ujar Direktur Utama BTN, Maryono, usai penandatanganan perpanjangan kerja sama dengan PT Pos Indonesia di Bandung, Jawa Barat, kemarin.

Maryono mengatakan, untuk mencapai target tersebut, BTN bersama PT Pos Indonesia akan mengeluarkan produk-produk yang dibutuhkan oleh nasabah. Saat ini, nasabah BTN sudah bisa membayar cicilan KPR di PT Pos Indonesia. Menurut dia, jumlah nasabah yang menabung melalui Batara-Pos sangat signifikan mencapai 25% dari total nasabah BTN yang mencapai tiga juta rekening.

Hal ini membuat PT Pos Indonesia menjadi mitra penting bagi BTN dalam mengumpulkan dana nasabah. Mengenai kerja sama PT Pos Indonesia dan PT Taspen dengan PT Bank Mandiri Tbk yang mendirikan perusahaan sendiri, Maryono tidak terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Menurut dia, PT Pos Indonesia selama ini melakukan kerja sama dengan banyak bank, termasuk BTN. “Saya kira pendapatan dari Batara-Pos juga signifikan dan mereka tidak mau kehilangan ini. Jadi saya tidak khawatir dengan pembentukan anak usaha tersebut,” terangnya. Hingga akhir Maret 2013, DPK BTN tumbuh 34,6% dari Rp64,692 triliun pada kuartal I 2012 menjadi Rp87,087 triliun.

Sedangkan untuk laba bersih, pada kuartal I 2013 naik 6,7% menjadi Rp334 miliar dibandingkan periode yang sama tahun 2012 sebesar Rp313 miliar. Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh tumbuhnya pendapatan bunga BTN per Maret 2013 sebesar 19,5% menjadi Rp2,52 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp2,1 triliun. Sementara pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) tercatat Rp1,27 triliun pada kuartal I 2013 atau lebih baik dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp1,082 triliun. Untuk penyaluran kredit sepanjang Januari- Maret 2013 sebesar Rp88,5 triliun. Jumlah tersebut naik 33% dibandingkan penyaluran kredit kuartal I 2013 sebesar Rp66,48 triliun.

Porsi pembiayaan pada kredit perumahan masih mendominasi dengan pangsa 86,2% dari total kredit atau mencapai Rp73,707 triliun. Sementara sisanya yang sebesar 13,8% atau sebesar Rp11,804 triliun disalurkan untuk pembiayaan kredit non perumahan. BTN tetap akan memberikan dukungan pada program Pemerintah dalam bidang perumahan melalui skim FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan). Sementara itu, dari sisi aset per 31 Maret 2013, BTN membukukan nilai mencapai Rp120,178 triliun atau tumbuh 31,6% dari posisi yang sama tahun 2012 yang sebesar Rp91,317 triliun.

Mitra penting

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pos Indonesia, I Ketut Mardjana, menambahkan melalui jaringan yang dimiliki PT Pos Indonesia, maka banyak pihak yang memanfaatkan jaringan tersebut untuk melakukan transaksi, termasuk BTN. “BTN merupakan mitra penting bagi PT Pos Indonesia, selama ini kerja sama yang telah dilakukan telah berjalan dengan baik,” jelas Ketut. Menurut dia, perseroan akan melakukan eskpansi usaha di berbagai sektor, untuk itu membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk BTN.

Sebelumnya dia menuturkan, PT Pos Indonesia akan membangun dua hotel di Bandung, Jawa Barat. Pembangunan dua hotel yang berlokasi di Jalan Pahlawan Ciputra dan kawasan Cihampelas membutuhkan dana investasi sebesar Rp110 miliar. Untuk pembiayaan, Ketut mengaku bisa melakukan kerja sama dengan pihak lain seperti bank nasional untuk pembangunan hotel tersebut. Ketut mengungkapkan, hotel yang dimiliki PT Pos Indonesia nantinya akan diberi nama Hotel Xpost. Hotel itu merupakan hotel bintang tiga dan memiliki delapan lantai. [kam]

Related posts