Kembangkan Sistem Wistleblower - OJK Efektifkan Komite Etik

NERACA

Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan telah mengefektifkan komite etik sebagai organ pendukung Dewan Komisioner OJK untuk meningkatkan kinerjanya sebagai pengawas industri keuangan. Prioritas komite etik ini, yaitu terkait pengembangan Whistleblower System OJK, atau sistem peniup peluit pelanggaran dalam industri keuangan. “Salah satu program kerja prioritas Komite Etik adalah pengembangan Whistleblower System OJK.” kata Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto di Jakarta, Senin (29/4).

Menurutnya, pembentukan komite etik, sebagai organ pendukung Dewan Komisioner OJK, merupakan mandat yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang OJK untuk mengawasi kepatuhan Dewan Komisioner, pejabat, dan pegawai OJK. Tugas utama komite etik OJK, pertama meneliti, menganalisa, dan memeriksa dugaan pelanggaran kode etik OJK.

Kedua, memberikan rekomendasi hasil pemeriksaan, dan ketiga menjadi ethics advisor dalam rangka edukasi, penyusunan pedoman pelaksanaan kode etik, pencegahan dan penindakan pelanggaran kode etik. Komite etik OJK ini, kata dia, telah secara efektif bekerja dengan telah ditandatanganinya Surat Perjanjian Kerja antara Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) dengan Anggota Komite Etik dari eksternal pada tanggal 26 April 2013. Anggota Komite Etik dari eksternal tersebut yaitu Fred B.G Tumbuan, Binhadi, dan Mas Achmad Daniri.

Komite Etik OJK sebelumnya telah secara resmi ditetapkan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor 15/KDK.02/2013 tanggal 10 April 2013 dan sebagai Ketua adalah Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Rahmat Waluyanto, dan anggota lainnya adalah Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Audit Internal dan Manajemen Risiko, Ilya Aviani. “Kode etik OJK telah disusun berdasarkan nilai-nilai integritas, profesionalisme, sinergi, inklusif, dan visioner.” imbuhnya.

Sementara dalam kinerjanya ke depan, OJK sebelumnya menyebutkan akan mengembangkan beberapa sistem, termasuk di antaranya meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik pada industri keuangan. Dalam hal ini OJK bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Indonesian Institute for Corporate Director (IICD). Dalam praktiknya, pihak otoritas akan memberikan penilaian terhadap emiten dengan CG Scorcard. Hal tersebut dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN di 2015. “Sejauh mana prinsip-prinsip governance diterapkan akan menjadi fokus pengembangan di pasar modal.” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad.

Menurutnya, saat ini belum ada peraturan yang memayungi langkah ini. Oleh karena itu, pihaknya sedang membentuk roadmap guna memperbaiki Good Corporate Governance (GCG) emiten agar sejajar dengan perusahaan ASEAN. Roadmap tersebut akan disusun dengan standar yang didasarkan dari hasil evaluasi dan review Indonesia atas asosiasi ASEAN, dan blueprint dari beberapa negara, peraturan OJK, kementrian BUMN maupun Bursa Efek. “Ini untuk memantapkan keberadaan perushaaan masing-masing. Sementara ini belum ada aturan yang memayungi untuk ini, dari segi pembobotan dan skornya.” jelasnya. (lia)

BERITA TERKAIT

SML Kembangkan Smart Living di Deltamas - Gandeng Panasonic Homes

NERACA Jakarta - Sinar Mas Land (SML) dan Panasonic Homes membuat proyek properti berjenis town house dengan konsep Smart Living di…

OJK Raih WTP dari BPK

    NERACA   Jakarta - Laporan keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari…

OJK Dorong BPD Lakukan Spin Off Unit Syariahnya

    NERACA   Pontianak - Direktur Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Kalimantan, M Nurdin Subandi mengatakan, sampai saat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Model Bisnis Sangat Potensial - Digitaraya Jadi Investor Strategis Pertama Passpod

NERACA Jakarta – Keseriusan PT Yelooo Integra Datanet (Passpod) untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), menarik banyak perhatian…

Lagi, BEI Suspensi Saham Mahaka Media

Lagi, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) pada perdagngan saham Rabu (19/9).…

Obligasi Masih Ramai di Sisa Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Meskipun dihantui sentimen kenaikan suku bunga, potensi pasar obligasi dalam negeri hingga akhir tahun masih positif. “Dengan…