IHSG Masih Sulit Tembus Level 5000 Point

NERACA

Jakarta- Mengakhiri perdagangan Senin awal pekan, transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berada di zona hijau. Dimana indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 21,245 poin (0,43%) ke level 4.999,752. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 6,501 poin (0,77%) ke level 848,435.

Derasnya aksi beli asing di saham-saham lapis dua menjadi pemicu menguatnya indeks BEI. Bahkan indeks hanya butuh satu poin supaya bisa tembus lagi level 5.000, “Indeks BEI awal pekan ini kembali menguat memberikan indikasi tren penguatan ke depan masih ada,\\\" kata analis HD Capital Yuganur Wijanarko di Jakarta, Senin (29/4).

Meski demikian, lanjut dia, secara teknikal indeks BEI diperkirakan masih sulit untuk bergerak menembus poin tertingi ke posisi 5.026 poin. Untuk perdagangan saham selanjutnya, dia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, yakni Astra International (ASII), Alam Sutera (ASRI), Bukit Sentul (BKSL), dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM).

Sementara analis Trust Securities Reza Priyambada menambahkan, keterangan bahwa daya beli saham investor di dalam negeri masih relatif cukup tinggi sehingga mengangkat indeks BEI pada awal pekan ini, “Meski demikian, peluang terkoreksi saham-saham di dalam negeri masih ada, apalagi jika bursa saham global mulai berkurang daya kenaikannya,\\\"ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi beli banyak dilakukan investor asing dan sedangkan investor lokal melakukan aksi ambil untung. Saham-saham komoditas terkena koreksi yang cukup dalam akibat profit taking.

Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 104,27 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 116.131 kali pada volume 4,651 miliar lembar saham senilai Rp 4,287 triliun. Sebanyak 121 saham naik, sisanya 132 saham turun, dan 101 saham stagnan.

Bursa-bursa regional yang diawal kompak menguat dan akhirnya kemudian menutup perdagangan awal pekan dengan mixed. Bursa saham China dan Jepang tutup menyambut hari libur nasional. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 84.300, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 25.500, Unilever (UNVR) naik Rp 250 ke Rp 23.000, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 250 ke Rp 1.270.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 36.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 49.350, Nipress (NIPS) turun Rp 550 ke Rp 8.250, dan Garda Tujuh (GBTO) turun Rp 525 ke Rp 3.425.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 15,606 poin (0,31%) ke level 4.994,113. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,421 poin (0,41%) ke level 845,355. Saham-saham konsumer juga ikut terkena aksi ambil untung, membuat laju penguatan indeks tidak terlalu kencang. Saham-saham lapis dua yang banyak diincar investor, terutama di sektor aneka industri.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 63.010 kali pada volume 2,102 miliar lembar saham senilai Rp 1,8 triliun. Sebanyak 115 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 115 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 84.300, Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 25.500, BTPN (BTPN) naik Rp 350 ke Rp 5.350, dan (GMTD) naik Rp 250 ke Rp 1.270.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.650 ke Rp 36.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 49.350, Surya Toto (TOTO) turun ke Rp 500 ke Rp 7.900, dan Indo Kordsa (BRAM) turun Rp 400 ke Rp 2.500.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 7,80 poin atau 0,16% ke posisi 4.986,30. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,95 poin (0,23%) ke level 843,89, “Bursa Asia termasuk indeks BEI dibuka menguat tipis seiring rilis data produk domestk bruto (PDB) AS yang di bawah ekspektasi justru menjadi sentimen positif menyusul perkiraan pasar The Fed akan tetap melakukan program pelonggaran kuantitatif (QE) tahap tiga untuk mendorong ekonomi,\\\" kata analis Sauel Sekuritas, Benedictus Agung.

Dia menambahkan, minmnya sentimen domestik baru akan membuat pelaku pasar dalam negeri mencermati pergerakan bursa saham di eksternal. Karena itu, dirinya menyakini indeks akan bergerak di kisaran 4.970-5,010 poin.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng diawal pekan kemarin, dibuka menguat 18,35 poin (0,08%) ke level 22.566,06, indeks Nikkei-225 turun 41,95 poin (0,30%) ke level 13.884,13, Straits Times menguat 9,89 poin (0,30%) ke posisi 3.358,76. (bani)

Related posts