Verena Multi Finance Raup Laba Rp 33,1 Miliar

Sepanjang tahun 2012, PT Verena Multi Finance Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp33,1 miliar atau naik 34% bila dibandingkan periode 2011. Untuk tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan laba menjadi Rp36 miliar hingga Rp40 miliar.

Direktur Utama Verena Multi Finance Hadi Budiman mengatakan, laba bersih perseroan tahun buku 2012 digunakan untuk dana cadangan sebesar Rp100 juta dan sisanya sebanyak Rp32 miliar sebagai laba ditahan.

Pendapatan yang mendukung laba ini didominasi cukup besar dari sisi pembiayaan otomotif dan berikutnya adalah alat berat dan mesin. Porsinya sendiri sebanyak 70% adalah pembiayaan di otomotif, sedangkan sisanya ada di alat berat dan mesin.

Kemudian tahun 2013, perseroan juga menargekan pembiayaan sebesar Rp2,6 triliun. Dengan komposisi Rp600-an miliar ada di alat berat dan mesin, sedangkan sisanya ada di pembiayaan otomotif, yakni sekitar Rp2 triliun. Meski optimis dapat tercapai, namun perseroan terus memantau pergerakan internal dan eksternal ekonomi Indonesia, Menurut Hadi, potensi pembiayaan otomotif di tahun ini masih sangat besar, khususnya potensi pembiayaan di sektor mobil dan alat berat dan mesin cukup baik. Selain itu, perseroan juga belum berminat untuk menggarap kendaraan bermotor.

Sementara itu, Direktur Verena Multi Finance Andi Harjono mengungkapkan, penjualan mobil baru pada tahun 2012 tumbuh dan naik hingga 25%. Namun, memang akan ada sedikit perlambatan dari sisi pembiayaan ditahun 2013 ini, dengan berbagai skenario makro ekonomi yang ada, “Tahun 2013 diperkirakan akan sedikit menurun. Mungkin sekitar 1,1 juta unit mobil. Namun, dengan adanya kenaikan harga BBM kita belum tahu dampaknya seperti apa. Tetapi, kita masih optimis pertumbuhan pembiayaan masih baik. Karenanya, kita targetkan laba tumbuh sekitar Rp36 miliar hingga Rp40 miliar”, ungkap Andi.

Selain itul, hasil rapat umum pemegang saham tahunan dan rapat umum pemegang saham luar biasa disetujui perombakan susunan direksi. Perombakan ini diakui untuk memperkuat basis bisnis perseroan di waktu mendatang, utamanya mengimbangi sengitnya persaingan.(bani)

BERITA TERKAIT

Laba Lippo Karawaci Terkoreksi 30,39%

NERACA Jakarta - Lesunya bisnis properti di 2017, memberikan dampak terhadap kinerja keuangan PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Dimana emiten…

Sejahteraya Bukukan Rugi Rp 101,28 Miliar - Beban Pendapatan Naik 11,20%

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2017 kemaarin, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) masih membukukan kerugian Rp 101,28 miliar. Angka tersebut…

Modalku Raih Pendanaan Rp350 miliar

      NERACA   Jakarta - Modalku dan Funding Societies, bagian dari Funding Asia Group meraih Pendanaan Seri B…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…